KRISTOLOGI

Kutipan Posted on

Bagai Menegakkan benang basah, itulah peribahasa yang cocok bagi siapa saja termasuk para teolog yang bersikukuh dan mati matian membela doma trinitas. Kesulitan membela Trinitas disebabkan karena ketiadaan dalil yang kuat dalam Alkitab yang sudah mereka ketahui secara umum, jangankan dalil kuat, kata Trinitas saja tidak pernah sekalipun di sebut dalam Al Kitab, baik dalam perjanjian lama maupun perjanjian baru.

The New Encyclopœdia Britannica mengatakan, ”Kata Trinitas, maupun doktrin Trinitas yang jelas, tidak terdapat dalam Perjanjian Baru. Yesus dan pengikut-pengikutnya juga tidak bermaksud menentang Syema dalam Perjanjian Lama: ’Dengarkanlah, hai, Israel: Yehuwa adalah Allah kita; Yehuwa itu esa’ (Ul. 6:4). Doktrin ini berkembang secara bertahap selama beberapa abad dan melalui banyak perdebatan.

Ketiadaan dalil dari Alkitab mengharuskan mereka memutar otak lebih kencang agar tercipta suatu teori yang nantinya bisa digunakan sebagai pengganti dalil untuk menjalaskan dogma Trinitas yang memang secara akal sehat sulit diterima, diantara teori teori yang pernah muncul adalah sebagai berikut

Pertama : Teori Tembikar dan belahan jiwa Bapa

Pendekatannya begini: kalau Anda membuat sebuah tembikar, maka terciptalah tembikar itu yang Anda buat dari bahan “diluar” tubuh Anda, misalnya dari tanah liat dan tembikar itu merupakan “hasil kerja” anda. Berbeda dengan, anak (maaf) yang dihasilkan sebuah perkawinan, maka bayi yang dilahirkan adalah “belahan jiwa” atau “belahan sel” pasangan manusia yang menikah (suami-isteri).

Ada perbedaan mencolok antara bayi yang “dikeluarkan” oleh seorang ibu dengan tembikar hasil kreasi Anda. Roh Kudus dan juga Yesus bukanlah ciptaan Allah, tetapi “BELAHAN JIWA” Allah sendiri. Oleh karena itu, “tabiat” dan “karakter” Yesus dan Roh Kudus, keduanya identik “karakter” BAPA sebagai sumber Mereka. Itulah sebabnya tidak aneh, ketika Yesus bersabda, bermakna: “Apa yang Ku katakan kepadamu bukan berasal dari Diri-Ku sendiri, melainkan Apa yang Kudengar dari Bapa, itulah yang Kusampaikan kepadamu”.

Jawaban

Ini adalah teori terburuk yang pernah ada yang digunakan untuk pembenaran dogma Trinitas, karena dalam teori ini secara terang terangan menunjukkan bahwa Tuhan itu mempunyai anak secara Biologis, sementara mayoritas Kristen menolak akan hal itu.

Apakah Yesus mempunyai “karakter” seperti Bapa atau Tuhan?

Yesus Berkata

“Tetapi tentang hari atau saat itu tidak seorangpun yang tahu, malaikat-malaikat di sorga tidak, dan Anakpun tidak, hanya Bapa saja.” (Markus 13:32).

Jika memang Yesus mempunyai karakter yang sama seperti Bapa sebagaimana Teori diatas, sudah barangtentu dia mengetahui kapan kiamat itu tiba, namun kenyaataannya tidak demikian, berdasarkan ayat diatas Yesus tidak mengetahuinya.

Mereka berkata bahwa ucapan Yesus “Apa yang Ku katakan kepadamu bukan berasal dari Diri-Ku sendiri, melainkan Apa yang Kudengar dari Bapa, itulah yang Kusampaikan kepadamu” merupakan bukti bahwa Yesus mempunyai karekter yang sama dengan tuhan, padahal kalau kita baca ayat lengkapnya tidak demikian, malah sebaliknya​

“Karena firman-Ku bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi dari Bapa yang mengutus Aku, Bapalah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan yang harus Aku katakan dan sampaikan.” Yohanes 12:49

Ucapan Yesus pada ayat diatas justru membuktikan bahwa Yesus hanyalah seorang utusan saja bukan Tuhan sebagaimana seperti mereka tuduhkan.

Terori Kedua : Esa Namun terdiri dari 3 pribadi yang berbeda

Kata “Trinitas” adalah istilah yang digunakan untuk menunjukkan ajaran Kristen bahwa Tuhan adalah satu kesatuan dari tiga pribadi yang berbeda yaitu Bapa, Anak, dan Roh Kudus. Setiap pribadi tersebut berbeda dari yang lain, namun pada dasarnya identik. Dengan kata lain, masing-masing pribadi sepenuhnya ilahi, tetapi masing-masing bukanlah totalitas dari masing-masing pribadi dalam Trinitas. Bapa bukanlah pribadi yang sama dengan Putra dan juga bukan pribadi yang sama seperti Roh Kudus. Dalam peristiwa pembaptisan Yesus, ketiga pribadi yaitu Bapa, Anak, dan Roh Kudus menunjukkan keberadaannya yang terpisah satu dengan yang lain. Namun setiap pribadi ilahi tersebut bukanlah tiga Allah, melainkan satu Allah.

Kita melihat bahwa Bapa telah mengutus Anak, tapi ini tidak berarti bahwa Anak tidak sama dengan Bapa dalam esensi dan sifat keilahiannya. Anak adalah sama dengan Bapa dalam keilahian-Nya, tetapi dalam beberapa saat berada lebih rendah dalam inkarnasi-Nya sebagai manusia.

Oleh karena itu, fakta bahwa Anak diutus oleh Bapa, tidak berarti bahwa Dia tidak ilahi lagi. Sama seperti ketika anda menyuruh anak anda untuk membeli roti, bukan berarti anak anda bukanlah manusia seperti anda.

Dalam penjelasan diatas memang kita melihat hal lain yang penting tentang Tritunggal yaitu bahwa hal itu bukanlah konsep yang mudah untuk dipahami. Tapi hal tersebut tidak menjadikan keraguan dari kebenaran konsep tersebut

Dengan prinsip yang sama, maka di dalam Trinitas, substansi/hakekat yang ada adalah satu, yaitu Tuhan, sedangkan di dalam kesatuan tersebut terdapat tiga Pribadi: ada tiga ‘Aku’, yaitu Bapa. Putera dan Roh Kudus. Tiga pribadi manusia tidak dapat menyamai makna Trinitas, karena di dalam tiga orang manusia, terdapat tiga “kejadian”/ ‘instances‘ kodrat manusia; sedangkan di dalam tiga Pribadi ilahi, terdapat hanya satu kodrat Allah, yang identik dengan ketiga Pribadi tersebut. Dengan demikian, ketiga Pribadi Allah mempunyai kesamaan hakekat Allah yang sempurna, sehingga ketiganya membentuk kesatuan yang sempurna. Yang membedakan Pribadi yang satu dengan yang lainnya hanyalah terletak dalam hal hubungan timbal balik antara ketiganya

Jawaban

Kedengarannya memang sangat aneh dan ganjil, mereka bilang Esa namun disisi lain mereka juga berkata terdiri dari 3 pribadi yang berbeda. Dua kalimat yang saling bertolak belakang, membingungkan dan susah dicerna oleh akal sehat,

Teori semacam ini pernah dibabat habis oleh Ahmad Deedad, berikut pemaparan beliau

“Tuhan Bapa adalah seseorang, Tuhan Anak adalah seseorang, dan Tuhan Roh Kudus adalah seseorang, namun mereka bukanlah tiga orang, akan tetapi satu orang.

Saya (Ahmad Deedad) akan bertanya, bahasa apakah ini? Apakah ia bahasa Inggris? Sepertinya begitu, akan tetapi ia bukanlah bahasa Inggris. Anda mengatakan: “seseorang, seseorang, dan seseorang, namun mereka bukanlah tiga orang, akan tetapi satu orang.

Bahasa apakah ini?!! Katakan kepada saya, wahai orang-orang Inggris, orang-orang Amerika. Apa defensi seseorang dalam bahasa kalian?.

Jika anda memiliki kesamaan yang sulit untuk dibedakan dengan ketiga saudara anda, kemudian salah seorang dari saudara anda melakukan tindakan kriminal, maka apakah anda atau saudara anda yang lain, yang tidak melakukan kesalahan juga dihukum? Tentu anda akan menjawab: “Tidak”.

Mengapa tidak, sedangkan kalian semua sama? anda akan katakan: “Tidak”, sebab dia orang lain, bukan kami. Lalu apa yang menjadikannya orang lain? Anda akan mengatakan: “Kepribadiannya”. Jika karena kepribadiannya berbeda anda katakan dia orang lain, maka ketika umat nasrani mengatakan: “Dengan nama Bapa, Anak, dan Roh Kudus”, saya akan katakan: “Bahwa secara logika mereka adalah tiga orang yang berbeda”.

Ketika anda mengatakan Bapa, tentu yang anda maksudkan bukanlah Anak, dan ketika anda mengatakan Anak, tentu yang anda maksudkan bukanlah Roh Kudus, bukankah demikian?. Rasionalitas kita jelas tidak dapat menerima tiga orang yang berbeda sebagai satu orang, ia akan tetap menganggap ketiga orang yang berbeda tersebut sebagai tiga orang. Jika akal saja tidak dapat menerima hal itu, maka bagaimana kita dapat mengatakan bahwa tiga gambar yang kita lihat seperti satu? Tiga selamanya akan tetap tiga. Keyakinan yang menganggap bahwa setiap makhluk hidup adalah Tuhan, atau sama dengan Tuhan, dalam pandangan kaum muslimin adalah bentuk pengkhianatan terhadap Allah! Baik itu pemahaman yang menganggap bahwa Allah memiliki jasad atau bahwa Allah menjelma sebagai manusia, maupun pemahaman-pemahaman yang lain.

Teori Matematika Yang Salah

Satu tapi tiga” pernah membingunkan saya , namun saya sudah menemukan jawabannya. Matematikanya sederhana saja : a + a + a = a mungkinkah?

Ada dua kemungkinan : a1 = 0 jadi 0 + 0 +0 = 0

a2 = tidak berhingga (tb)

jadi tb + tb + tb = tb

Kecuali Allah yang dimaksud adalah maha besar maha suci, maha adil, maha baik, maha tahu, maka Bapa + Yesus (Anak Allah)+ Roh Kudus = Allah yang Esa

Hubungan Bapa dan Anak Allah apa artinya? Mosok Allah beranak? Jawabannya :

1. Ini melukiskan bahwa Bapa dan Anak itu mempunyai sifat yang sama. Jika Bapa adalah Allah

maka Anak juga adalah Allah.

2. Hal ini melukiskan Bapa dan Anak mempunyai hubungan erat tak terpisahkan. Misalnya

tangga dan anak tangga, kunci dan anak kunci.

Saya harap ini bisa membantu.

Jawaban

a + a + a = a

Seklilas rumus tersebut terlihat benar, jika contoh yang digunakan adalah angka 0 (nol)

0 + 0 + 0 = 0 , benar

Namun sayang rumus tersebut hanya berlaku untuk angka 0 (nol) saja dan tidak berlaku untuk angka selainnya, misalnya 1 atau 2 atau yang lainnya, artinya rumus tersebut salah. Lalu bagaimana bagaimana rumus yang benar?

a + a + a = 3a bukan a + a + a = a

Teori Ke Empat : Trinitas itu seperti Segitiga sama sisi

Malam hari itu Irene Handono mempelajari surat A1 Ikhlas, pagi harinya ia mendapat kuliah theologi dari salah satu dosennya yang mengatakan bahwa Tuhan itu satu tetapi pribadinya ada tiga yaitu Tuhan Bapak, Tuhan Anak dan Tuhan Ruh Kudus. Satu Tuhan didalam tiga, tiga Tuhan di dalam satu, itulah yang disebut Trinitas. Terhadap pandangan ini ia mengatakan kepada dosennya, bahwa ia belum paham mengenai hakikat Tuhan seperti itu. Maka si dosen maju ke papan tulis menggambar segitiga sama sisi. Dosen bertanya: “Segitiga ini ada berapa?” Irena menjawab: “Satu!” Sisinya ada berapa? “Tiga”, jawab Irena. Lebih lanjut si dosen menjelaskan bahwa itulah hakikat Tuhan. Tuhan Bapak sama kuasanya dengan Tuhan Anak dan sama kuasanya dengan Tuhan Roh Kudus.

Dengan penjelasan seperti itu, Irena mengutarakan pendapatnya kepada si dosen: “Kalau demikian, suatu saat nanti kalau dunia ini semakin maju, iptek semakin canggih, maka Tuhan itu kalau hanya tiga pribadi tidak cukup, paling tidak harus ada penambahan menjadi empat pribadi.

Jawab dosen: “Tidak bisa!”

“Bisa saja!” sambung Irena, sambil maju ke papan tulis ia menggambar bujur sangkar, segi empat sama sisi.

Kalau tadi gambar segitiga sama sisi disimpulkan bahwa Tuhan itu Pribadinya ada tiga, maka gambar bujur sangkar adalah sah-sah saja kalau dikatakan bahwa Tuhan itu pribadinya ada empat.

Si dosen kaget dan menjawab: “Tidak boleh!”

Mengapa tidak boleh?, Tanya Irena. Segera si dosen menjawab: “Trinitas itu sudah merupakan dogma”. Dogma itu adalah aturan atau hukum yang dibuat oleh para pemimpin gereja.

Tidak puas, Irena bertanya lagi: “Kalau saya masih belum paham dengan dogma itu bagaimana?”

Dengan tegas si dosen menjawab: “Anda paham atau tidak, terima saja dan telan saja, jangan dipertanyakan. Jika anda ragu hukumnya dosa.”

Meskipun ia sudah diancam dengan dosa, namun pada malam harinya ada dorongan yang sangat kuat pada dirinya untuk kembali mempelajari surat Al Ikhlas. ALLAHU AHAD! Suara hatinya mengatakan: “ini yang benar”.

Teori Ke Lima : Trinitas itu seperti matahari

Matahari mempunyai tiga bagian yang tidak terpisahkan. Ada mataharinya sendiri, ada panasnya, dan ada sinarnya, tapi semuanya satu membentuk matahari. Seperti itulah gambaran Trinitas itu. Benarkah?

Kita lihat : Dalam Trinitas, Tuhan Bapa adalah Tuhan, Yesus adalah Tuhan, Roh kudus adalah Tuhan. Dalam analogi itu, matahari memang adalah matahari, tapi apakah panasnya juga bisa disebut matahari, dan apakah sinarnya juga bisa disebut matahari? Tidak. Analogi ini tidak bisa menjelaskan sama sekali tentang Trinitas.

Teori Ke EnamTrinitas itu seperti Rokok

Rokok mempunyai tiga unsur, rokoknya sendiri, apinya, dan asapnya. Ketiganya adalah unsur yg tidak dapat dipisahkan dalam sebuah rokok.

Seperti itulah gambaran Trinitas. Benarkah? Kita lihat : jika Tuhan Bapa, Yesus, dan roh kudus semuanya adalah disebut Tuhan, dalam analogi itu rokoknya sendiri memang disebut rokok, tapi apakah apinya bisa disebut rokok? Apakah asapnya bisa disebut rokok? Tidak. Analogi inipun sama sekali juga salah dan tidak dapat dipakai untuk menjelaskan Trinitas.

Teori Ke Tujuh : Trinitas itu seperti air

Air adalah suatu unsur yg dapat mempunyai tiga wujud yaitu : padat, cair, dan gas. Ada es, air, dan uap. Kita harus ingat bahwa komponen air dalam wujud apapun adalah tetap sama yaitu H2O. Dua atom hidrogen dan satu atom oksigen. Unsur pokoknya sama, hanya bentuknya saja yg berubah. Seperti itulah gambaran Trinitas. Analogi ini tampaknya adalah analogi terbaik yang dapat diberikan untuk menjelaskan Trinitas secara logis, dan sepintas memang tampak dapat menjelaskan tentang Trinitas itu. Akan tetapi kalau kita pikirkan lagi, ternyata analogi inipun juga tidak dapat menjelaskan Trinitas dengan baik.

Mereka mengatakan bahwa bentuk air bisa berubah, tapi unsurnya tetap sama, yaitu H2O. Bagaimana dengan Trinitas? Apakah juga berubah bentuk dari unsur yg sama? Tuhan dan roh kudus berbentuk roh (dalam kepercayaan Kristen), dan Yesus adalah manusia yang terdiri dari daging dan tulang, dimana manusia juga butuh makanan untuk hidup, jadi mereka tidak sama. Unsur mereka berbeda, jika air dalam bentuk berbeda tetap mempunyai unsur yg sama, yaitu H2O, maka Trinitas dalam bentuk yg berbeda adalah memang terdiri dari unsur yg berbeda. Jadi mereka tidak sama, mereka berbeda.

Teori Ke Delapan : Trinitas itu seperti Anak Monyet

Bertepatan dengan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI (17/8/2009) diadakan Dialog Islam–Kristen di Aula Universitas Muhammadiyah Sidoarjo dengan tema “Yesus Tuhan atau Manusia Biasa?” Dari pihak Islam tampil dua narasumber: Ustadz Masyhud SM dan Insan LS Mokoginta (mantan Katolik), sementara dari pihak Kristen diwakili oleh dua narasumber yaitu: Pendeta Budi Asali, M.Div (Gereja Kristen Rahmani Indonesia) dan Pendeta Esra Alfred Soru, S.Th. (Dosen STII Kupang).

Dalam dialog yang dihadiri oleh 300-an peserta dari kalangan Islam dan Kristen tersebut, Budi Asali dan Esra mendapat kesempatan pertama untuk memaparkan pandangannya tentang keilahian Yesus berdasarkan ayat-ayat Bibel yang diyakininya. Usai pemaparan oleh pihak Kristen, moderator mempersilakan pihak Islam untuk menanggapi.

Masyhud menanggapi dengan singkat, “Menurut saya, Alkitab tidak mampu bicara tentang konsep ketuhanan Yesus. Jangankan bicara ketuhanan Yesus, catatan silsilah Yesus dalam Alkitab saja kacau-balau.” Lalu Masyhud menampilkan contoh kontradiksi silsilah Yesus sbb:

Dalam Injil Matius 1:16 disebutkan bahwa kakek Yesus bernama Yakub: “Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus.” Sedangkan menurut Injil Lukas 3:23, kakek Yesus bernama Yusuf: “Ketika Yesus memulai pekerjaannya, ia berumur kira-kira tiga puluh tahun dan menurut anggapan orang, ia adalah anak Yusuf, anak Eli.” Silsilah Yesus dalam ayat ini jelas bertentangan dan tidak bisa dikompromikan.

Pendeta Budi Asali menyanggah tudingan ini dengan menyatakan bahwa kedua ayat ini tidak kontradiktif, karena maksud kalimat “Yusuf anak Eli” dalam Lukas 3:23 adalah “Yusuf anak menantu Eli.”

Sepintas, apologi Budi ini memang cespleng untuk menghilangkan kontradiksi Alkitab. Tapi Masyhud tidak mau kalah, “Menurut anda Yusuf adalah anak menantu Eli, padahal Maria adalah istri Yusuf. Lalu mana bukti ayat yang menyatakan bahwa Maria adalah anak Eli?” tukasnya.

Sayangnya, pembicaraan seputar silsilah Yesus tidak berlanjut, karena Budi Asali tidak bisa menunjukkan bukti ayat bahwa Maria adalah anak kandung Eli. Ia hanya berpijak bahwa kata “anak” boleh diartikan “anak menantu.” Jika argumen ini diikuti, apakah semua kata “ayah” dalam Alkitab boleh diartikan “ayah mertua” sebagai konsekuensinya?

Sementara itu, Insan Mokoginta menanggapi paparan kedua pendeta tentang keilahian Yesus, dengan menampilkan banyaknya ayat Alkitab yang membuktikan kemanusiaan dan kenabian Yesus, padahal tak satu ayat pun dalam Alkitab yang menyebutkan Yesus mengaku dirinya sebagai Tuhan yang harus diibadahi dan disembah.

Lalu Ihsan Mokoginta menambahkan data bahwa satu-satunya ayat Trinitas dalam Bibel adalah ayat palsu. Ayat yang dimaksud adalah: “Sebab ada tiga yang memberi kesaksian di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu” (I Yohanes 5:7-8).

Dalam Kitab Suci Perjanjian Baru dengan Pengantar dan Catatan terbitan Lembaga Biblika Indonesia tahun 1976/1977, ayat ini divonis palsu dengan penjelasan berikut: “Ayat 7-8: [di dalam sorga….. di bumi]. Bagian ayat ini tidak terdapat dalam naskah-naskah Yunani yang paling tua dan tidak pula dalam terjemahan-terjemahan kuno, bahkan tidak dalam naskah-naskah paling baik dari Vulgata. Bagian ini kiranya aslinya sebuah catatan di pinggir halaman salah satu naskah terjemahan Latin yang kemudian disisipkan ke dalam naskah-naskah oleh penyalin dan akhirnya bahkan disisipkan ke dalam beberapa naskah Yunani. Karenanya bagian ini pasti tidak asli” (hal. 563).

Terhadap argumen ini, kedua pendeta tidak menampik bahkan mengakui adanya kepalsuan ayat dalam Bibel, termasuk kepalsuan ayat Trinitas tersebut. Tapi pengakuan kepalsuan ayat ini tidak serta-merta meruntuhkan keyakinan mereka kepada doktrin Trinitas. Dengan nada tinggi, Budi Asali berkilah, “Apa peduli saya dengan kepalsuan ayat tersebut? Saya meyakini Trinitas maupun ketuhanan Yesus berdasarkan ayat-ayat yang lain!”

Pendeta Esra pun tidak mau berkomentar terhadap bukti-bukti kepalsuan ayat Trinitas, dengan alasan tidak sesuai dengan tema dialog yang disepakati. Menurutnya, tema dialog pagi itu bukan soal otentisitas Bibel, melainkan “Yesus Tuhan atau Manusia Biasa?” Dalam penjelasannya, Esra menerima semua data yang disampaikan Mokoginta, bahwa Yesus memang nabi dan manusia. “Dari sisi kemanusiaan, Yesus memang manusia dan nabi. Tapi dari sisi keilahian, Yesus adalah Anak Allah,” kilahnya. Mokoginta balik bertanya, “Menurut anda, Yesus itu Allah ataukah anak Allah? Kalau Yesus itu anak Allah, berarti Yesus tidak sama dengan Allah (Sang Bapa)”

Pendeta Esra menangkis dengan argumen bahwa Yesus adalah Allah sekaligus anak Allah. “Yesus itu Anak Allah sekaligus Allah juga. Anak Allah pasti Allah juga. Seperti kalau kita bilang anak monyet itu pasti monyet juga? Siapa bilang anak monyet itu bukan monyet? Anak monyet di manapun disebut monyet juga, tanpa mengurangi kadar kemonyetan bapaknya.” katanya berapologi dengan berapi-api.

Sebagian peserta dari pihak Islam tertawa terpingkal-pingkal mendengar argumen “teologi monyet” ini. Dari bangku peserta, Fendik yang datang jauh-jauh dari Gresik berseloroh, “Tuhan kok, disamakan dengan monyet! Tuhan cap opo iki rek?!” (dikutip dari berbagai Sumber)

KITAB INJIL

Kutipan Posted on

Kitab ini diturunkan pada Nabi Isa a.s dalam bahasa Yahudi Kuno (Ibrani).Kitab pertama yang asli telah dimusnahkan oleh Paulus dari pihak Gereja Pauline pada 325 M. Semua naskah Injil yang bertentangan dengan Injil resmi kerajaan Romawi saat itu dibakar. Siapa saja yang memiliki salinan naskah asli dihukum mati. Kitab Injil tertua saat ini ada dalam bahasa Yunani Kuno, bukan Yahudi kuno (Ibrani).
Terdiri dari :

Kitab Perjanjian Lama (Old Testament) yang berisi Taurat dan Zabur

Kitab Perjanjian Baru (New Testament) yang berisi Injil Markus, Matius, Lukas dan Yahya, perkataan Nabi Isa dan surat pendakwah (Paulus)

Siapakah Yang Menulis Injil.Di dalam kitab Injil terdapat 2 bagian yaitu Kitab Perjanjian Lama dan Kitab Perjanjian Baru. Namun begitu Umat Kristian melarang penganutan terhadap Kitab Perjanjian Lama. Sebelum diadakan usaha-usaha membentuk kitab Perjanjian Baru, kitab Injil terdiri daripada 75 bab / surah. Surah ini dikarang oleh perseorangan atau kumpulan pendeta. Inilah yang menyebabkan kitab tersebut mengandung banyak pertentangan dan perbedaan yang serius dan nyata. Pengumpul-pengumpul kitab tersebut juga tidak hidup semasa zaman Nabi Isa atau tatkala Nabi Isa masih hidup. Kebanyakan mereka lahir selepas 20-40 tahun setelah peristiwa penyaliban.Kitab Perjanjian Baru ini baru ada semasa persidangan Nicea pada tahun 325 M di mana semua ketua gereja berkumpul untuk menentukan kembali isi kitab Injil. Sejumlah 27 risalah saja dari sekian banyak risalah ditentukan sebagai yang betul, setelah itu 27 risalah ini dijilidkan menjadi kitab Perjanjian Baru.

Kitab perjanjian ini terdiri dari sejarah dan pelajaran. Bagian sejarah terkandung dalam Injil Matius, Markus, Lukas dan Yahya. Sementara bagian pelajaran terdiri dari 21 risalah yaitu : 14 risalah Paulus, 3 risalah Yahya, 2 risalah Petrus, 1 Yakub dan Yahuda.

Injil Matius

Nama Injil Matius diambil dari nama pendeta Matius dari gereja Alexandria Mesir dalam bahasa Hebrew. Beliau dipercayai sebagai orang pertama yang menghasilkan risalah kandungan sejarah. Hasil karangan Matius ini dikarang 20 – 27 tahun setelah Nabi Isa tiada. Bahkan kitab asli karangan Matius sendiri telah hilang, ini diakui sendiri oleh umat Kristian. Setelah itu injil dalam Bahasa Yunani dijumpai, dan dikatakan sebagai Injil karangan Matius. Banyak tokoh Kristian menolak pendapat bahwa Injil ini merupakan karangan Matius, tetapi sebaliknya merupakan karangan gurunya, Petrus.

Injil Lukas

Injil Lukas diambil dari nama pendeta Lukas dari tahun 25 – 30 M. Beliau juga tidak pernah bertemu Nabi Isa. Banyak tokoh Kristian sendiri mengakui bahwa Injil karangan Lukas merupakan fakta palsu yang bukan merupakan ajaran Nabi Isa. Sebenarnya beliau mengarang injil ini disebabkan tekanan gereja waktu itu. Begitu juga dengan Markus dan Yahya. Kesemuanya tidak pernah hidup sezaman dengan Nabi Isa.

Injil Yahya

Kitab Injil Yahya diambil dari nama pendeta Yahya atau lebih dikenal sebagai Yohanes. Beliau merupakan putera saudara perempuan Maryam yaitu ibu Nabi Isa. Yahya mengarang injilnya dalam bahasa Yunani antara tahun 45 – 65 M. Banyak pendeta meragukan kandungan Injil Yohanes ini. Bahkan Encyclopedia Britanica menegaskan bahwa Injil yahya tidak syak lagi di karang oleh seorang mahasiswa Institusi Iskandariah dan bukannya karangan Yahya.

Persoalan mengapa di dalamnya berisi Taurat juga tidak dapat di jawab dengan pasti dan tepat. Ini mungkin juga merupakan bukti bahwa orang Yahudi selalu ingin memalsukan fakta Injil asli, karena bagi mereka, Yahudi, mereka senang bila dapat menyesatkan kaum Kristian dari ajaran asli Nabi Isa, dan mereka berhasil.

Persidangan Nicea

Menurut perkiraan para ahli sejarah, kitab Injil yang masih asli belum diikuti campur tangan para pendeta, masih ada hingga 325 M. Setelah tahun 325 M, kitab ini mulai dinodai oleh Raja Konstantin Roma pada Persidangan Nicea. Karena semasa persidangan ini terdapat perdebatan dan pertentangan pendapat mengenai ketuhanan dan kenabian Isa, perdebatan dalam ajaran pokok, akidahnya. Satu pendapat (Golongan Arius) mengatakan bahwa Nabi Isa hanyalah seorang manusia dan Nabi yang membawa ajaran agama dari Tuhan. Satu pihak lagi mengatakan bahwa Nabi Isa ialah “anak Tuhan”.

Pendapat tentang Isa “anak tuhan” ini didukung oleh pihak gereja dari Alexandria yang diketuai oleh penolong Bishop Iskandariah bernama Athanasius.

Raja Konstantin mempunyai niat tersirat untuk campur tangan dalam hal agama, demi menjaga hak politiknya agar tidak jatuh ke tangan orang lain. Semasa persidangan tersebut, sebanyak 2048 orang Uskup telah hadir untuk membincangkan perselisihan pendapat mengenai Nabi Isa.

Sebanyak 1730 orang telah setuju bahwa Nabi Isa adalah seorang manusia biasa yang diutus Allah, 318 orang mengatakan bahwa Isa ialah Anak Tuhan. Walau bagaimanapun majoritas pendapat ini ditolak mentah-mentah Raja Konstantin dan mengambil pendapat minoritas, yaitu Nabi Isa adalah seorang anak Tuhan.

Arius ketua pendukung bahwa Nabi Isa bukan anak Tuhan.

Arius (250-336 M) adalah salah seorang murid utama Lucian berbangsa Libya yang juga bersama-sama dengan gurunya menegakkan ajaran Tauhid kepada Allah, Arius merupakan seorang presbyter (ketua majelis agama /gereja) digereja Baucalis Alexandria, salah satu gereja tertua dan terpenting di kota itu pada tahun 318 M.

Sejak mangkatnya Lucian pada tahun 312 M ditangan orang-orang gereja Paulus, perlawanan Arius terhadap doktrin Trinity semakin memuncak, dan dalam perjuangannya ini, Arius mendapatkan dukungan dua orang saudara Kaisar Constantin yang bernama Constantina dan Licunes.

Arius dianggap sebagai seorang pemberontak Trinity dengan mendasarkan

teori:

“Jika Jesus itu benar-benar anak Tuhan atau Tuhan itu sendiri, maka Bapa harus ada lebih dahulu. Oleh karena itu harus ada “masa” sebelum adanya anak. Artinya anak adalah makhluk. Maka anak itu pun tidak selamanya ada atau tidak abadi. Sedangkan Tuhan yang sebenarnya haruslah abadi, berarti Jesus tidaklah sama dengan Tuhan.“

Atas pandangan Arius tersebut, sebanyak 100 orang pendeta Mesir dan Libya berkumpul untuk mendengar pandangan Arius. Pada waktu inilah juga Arius mengemukakan kembali pendangannya :

“Ada masa sebelum adanya Jesus, sedangkan Tuhan sudah ada sebelumnya. Jesus ada kemudian, dan Jesus hanyalah makhluk biasa yang bisa binasa seperti makhluk-makhluk lainnya. Tetapi Tuhan tidak mungkin binasa.”

Arius memperkuat pendapatnya dengan sejumlah ayat-ayat Bible seperti Yohanes 14:8, “Bapa lebih besar daripada Jesus”; Seandainya kita mengakui bahwa Jesus adalah sama dengan Tuhan, maka kita harus menolak kebenaran ayat Yohanes tersebut.

Pendapat Arius ini secara sederhana dapat dijelaskan sebagai berikut : „Jika Jesus memang “anak Tuhan”, maka akan segera disertai pengertian bahwa “Bapak Tuhan” haruslah ada terlebih dahulu sebelum adanya sang “Anak”.

Oleh sebab itu tentulah akan terdapat jurang waktu ketika “Anak” belum ada. Oleh karena, “Anak” adalah makhluk yang tersusun dari sebuah “esensi” atau makhluk yang tidak selalu ada. Dan Tuhan merupakan suatu zat yang bersifat mutlak, kekal, tidak terlihat dan berkuasa, maka Jesus tidak mungkin bisa menjadi sifat yang sama sebagaimana sifat Tuhan.

Argumen Arius ini tidak dapat dilawan lagi, maka mulai tahun 321 M Arius dikenal sebagai seorang presbyter pembangkang. Ia mendapat banyak dukungan dari Uskup-uskup daerah Timur. Hal ini membuat Alexandria (yang pernah menghukum mati Origen tahun 250 M) menjadi semakin marah.

Arius pula orangnya yang sangat menentang keras keputusan Nicea pada tahun 325 M, sehingga senantiasa mendapatkan tantangan dari orang-orang gereja Paulus. Pada tahun 336 Arius dibunuh di Constantinopel dalam satu muslihat yang licik.

Setelah pembunuhan ini segala usaha menentang trinitas dilawan habis-habisan. Naskah Injil diseragamkan. Naskah yang tidak sama dengan pihak Gereja Pauline dimusnahkan, dihapuskan di bumi Kerajaan Romawi. Inilah sejarah awal tersesatnya ajaran Kristian.

Mengenai Bible (2)

Dalam persidangan Nicea, beberapa Doktrin diperkenalkan, diantaranya Doktrin Trinitas dan Doktrin Penebusan Dosa. Konsep Trinitas sebenarnya telah direka oleh Athanasius, seorang pegawai Gereja Mesir dari Iskandariah, diterima oleh Majelis Nicaea pada 325 M.

Konsep Trinity [KeEsaan Tiga] ini serupa filsafat Plato, kepercayaan Yunani, ‘Neo – Platonisme” yang mempercayai “Tiga Kekuatan”. Kemungkinan doktrin trinitas tertulari kepercayaan Yunani kuno ini. Trinity yang di pelopori oleh Paulus merupakan ajaran agama Yunani- Romawi, yaitu kerajaan yang berkuasa di Rom pada masa itu. Jadi paham trinitas dari Katolik Roma atau pun aliran kristen yang lain jelas merupakan hasil proses masuknya ajaran lain dalam ajaran Isa, dan bukannya ajaran asli Nabi Isa sendiri !.

Begitu juga dengan Dokrin Penghapusan Dosa yang dipelopori Gereja Alexandria di mana mereka mengatakan bahwa Nabi Isa telah disalib demi tujuan menyelamatkan seluruh umat manusia. Ajaran ini juga jelas hasil proses masuknya ajaran agama romawi Kuno. Hari Minggu yang dianggap hari Suci bagi agama Kristian merupakan hasil pengaruh daripada Kepercayaan ini dan tanggal 25 Desember yang diperingati sebagai Natal, Sebenarnya merupakan tanggal kelahiran tuhan Matahari mereka yaitu “Mithra” dan jelas bukan tanggal lahir Nabi Isa.

Mulai tahun 1582 di Rheims, Bible diterjemahkan dari bahasa Latin berdasarkan Bible Versi Tyndale. (Yang digunakan Gereja Katolik Rom) juga dikenali sebagai Roman Katolik Version. Ini merupakan versi bible yang tertua yang dikenal.

Sejak itu sebanyak 4 kali terjemahan telah dibuat. Pada tahun 1611 King James I telah memerintahkan supaya dilakukan penulisan ulang karena terdapatnya pertentangan yang meragukan. Versi penulisan ulang ini kini dinamakan King James Version (KJV) yaitu dengan tidak memasukkan 7 buku kecil (bab). Versi ini selanjutnya dirilis ulang pada tahun 1881 dan diperbaharui pada tahun 1952 dan 1971. kedua Versi terakhir ini dinamakan Revised Standard Version (RSV).

Collin yaitu percetakan yang mengeluarkan Revised Standard Version ( RSV ) melaporkan bahwa :

“Meskipun begitu, Versi Raja James memiliki cacatan-cacat yang serius, dan cacat ini ada terlalu banyak dan terlalu serius sehingga satu penulisan ulang masih benar-benar diperlukan.”

Pada masa kini terdapat lebih kurang 1.500 naskah Bible pelbagai bahasa, telah diterjemahkan ke dalam bahasa ibu suatu negara dan ethniknya. Bagaimana pula jauhnya penyimpangan mengingat keterbatasan kosakata setiap bahasa? Dan manakah yang bisa dijadikan standar pengajaran?

Umat Kristian sendiri ada yang secara jujur dan arif mengakui bahwa Injil telah dinodai oleh tangan mereka sendiri. Bagaimanakah umat Kristian di Indonesia, apakah berani sejujur ini ? :

1. The Bible Society Of Singapore, Malaysia & Brunei 1987 Perjanjian Baharu Berita Baik Untuk Manusia Moden Pendahuluan

“…….Walaupun kandungan kitab-kitab ini berlainan, tetapi diseluruh kitab ini pokok fikirannya satu. Kesatuannya ialah bahwa kasih Allah telah dinyatakan kepada manusia dengan perantaraan Yesus Kristus.

“Tiap-tiap kitab didahului oleh pendahuluan, yang menerangkan pokokfikiran dan garis besar kitab itu. Ayat yang ditandai dengan [ ]bererti ayat tersebut tidak terdapat pada naskah perjanjian Baharu yang tertua dan terbaik.

Contoh ayat yang memiliki tanda [ ] dalam Perjanjian Baru :

1. Matius 6 : 13

… [ Engkaulah raja engkaulah,dan engkaulah yang mempunyai kuasa dan kemuliaan selama-lamanya ]

2. Matius 23 : 14

[ alangkah dasyatnya bagi kamu guru-guru Taurat dan orang Farisi : kamu munafik! , kamu memperdayakan janda-janda dan merampas rumah-rumah mereka, lalu berpura-pura berdoa panjang-panjang, sebab itu, hukuman kamu akan menjadi lebih berat.! ]

3. Markus 7 : 15

[ Sebab itu, jika kamu bertelinga, dengarkanlah! ]

4. Markus 10 : 44 & 46

[ Di sana ulatnya tidak mati-mati dan apinya tidak padam-padam ] 44 [ Di sana ulatnya tidak mati-mati dan apinya tidak padam-padam ] 46

5. Lukas 17 : 36

[ Dua orang laki-laki yang sedang berada di ladang : seorang akan , seorang lagi ditinggalkan ]

6. Lukas 22 : 19 – 20

” inilah tubuhku [ yang diberikan untuk kamu. Buatlah sedemikian untuk memperingati aku.” ………. “cawan ini ialah perjanjian Allah yang Baharu, yang dimenteraikan dengan darahku, darah yang ditumpahkan untuk kamu ]

7. Lukas 22 : 43 – 44

[ Seorang malaikat tampak kepadanya dan menguatkannya karena penderitaan nya lebih tekun lagi dia berdoa, sehingga peluhnya menitik ke tanah seperti darah. ]

8. Lukas 23 : 17

[ Pada tiap perayaan paskah, Pilatus melepaskan seorang tahanan bagi rakyat ]

Bukti di atas merupakan sebagian saja yang telah ditambah dan berapakah jumlah ayat yang telah ditambah / dikurangkan sebenarnya? Tidak diketahui jumlahnya !. Sejarah telah jujur dan nyata membuktikan bahwa Injil telah mengalami banyak perubahan selama berabad-abad. The Revised Standard Version 1952 & 1971, The New American Standart Bible dan The New World Transalation Of The Holly scriptures telah menghapuskan beberapa ayat dalam The King James Version. Reader’s Digest telah mengurangi isi kandungan Kitab Perjanjian Lama sebanyak 50 % dan Kitab Perjanjian Baru sebanyak 25 %.

Persoalan yang timbul di sini ialah :

– Dari mana datangnya ayat di atas ?

– Siapa yang mengarang ayat tersebut ?

– Sebenarnya ayat mana saja yang masih perlu diuji kesahihannya?

“Di antara mereka itu ada satu golongan yang memutar belitkan lidahnya dengan (membaca) Kitab supaya kamu kira bahwa kitab itu dari Allah padahal ianya bukanlah dari sisi Allah dan sedang mereka berdusta terhadap Allah sedang mereka mengetahui….” (Surah 3:78)

Contoh peristiwa besar yang bertentangan dengan akal atau ayat yang saling bertentangan :

1. Nabi Daud berzina dengan istri orang lain

II Samuel 11 : 4-5

“Dan Nabi Daud mengantar para utusan, dan mengambilnya (isteri Uriah); lalu ia datangi dan tidur bersama maka setelah perempuan itu membersihkan dirinya, lalu kembali ke rumahnya. Dan wanita itu telah hamil, lalu mengirim dan memberitahu Daud dan katanya saya bersama bayi”.

Mungkinkah ini ayat dari Allah? Atau ditulis oleh rasul suci ? pikirkanlah !

2. Nabi Nuh Mabuk dan Bugil

Kejadian 9 : 23 – 24

” Dan Shem dan Japhet mengambil sehelai pakaian, dan meletakan di atas bahu mereka, dan berjalan undur ke belakang dan menutup tubuh bapanya yang telanjang dan muka mereka membelakangi bapa mereka agar tidak melihat tubuh bapa mereka yang bugil itu. Dan Nuh tersadar dari araknya, dia tahu apa yang telah dilakukan oleh kedua anaknya”.

Apakah Allah mengutus Nabi Nuh yang digambarkan berperilaku seperti itu ? pikirkanlah ! Mungkinkah ini penyelewengan yang dilakukan Yahudi untuk menyesatkan kaum kristian?

3. Kematian Yudas Pengkhianat, bandingkan !

Matius 27 : 3 – 5

“… Bila Yudas melihat Yesus telah dijatuhkan hukuman mati, dia menyesal lalu dia mengembalikan 30 uang perak upahnya kepada imam Yahudi; dan berkata : Aku telah berdosa mengkhianati orang yang tidak berdosa sehingga dihukum mati. Yudas melempar uang itu ke dalam bilik sembahyang , lalu dia menggantungkan diri.

Kisah Para Rasul 1 : 18 – 19

Apa yang terjadi yaitu dengan uang yang diterima Yudas dari perbuatannya yang jahat itu, dia membeli sebidang tanah. Di situ dia tersungkur mati. Badannya terbelah dan perutnya terburai. Semua orang yang tinggal di Yerusalem mendengar kejadian ini.”

4. Misteri Malkisedik

Ibrani 7 : 1 – 3 :

“Adapun Malkisedik itu, yaitu raja di Salem dan Imam Allah Taala, yang sudah berjumpa dengan Ibrahim tatkala Ibrahim kembali daripada menewaskan raja-raja lalu diberkatinya Ibrahim.”

“Kepadanya juga Ibrahim sudah memberi bagian sepuluh esa. Makna Malkisedik itu kalau diterjemahkan, pertama-tama artinya raja keadilan, kemudian pula raja di Salem, yaitu raja damai.” Yang tiada berbapak dan tiada beribu, dan tiada bersilsilah dan tiada berawal atau berkesudahan hidupnya, melainkan ia disamakan dengan Anak Allah, maka kekallah ia imam selama-lamanya.”

Jelas sekarang, bahwa Malkisedik seorang raja di Salem tanpa bapa dan ibu, malah tiada silsilahnya. Apakah cerita yang disebutkan dalam Kitab Injil ini benar ayat dari Allah atau cuma dongeng purba atau dongeng sebelum bobo buat adik bayi kita supaya tertidur ?

Kalau umat Kristian memuja kehebatan Yesus, memujanya anak tuhan, bahkan Tuhan itu sendiri, yang tidak berawal serta berakhir, maka kenapa Malkisedik yang sakti mandraguna ini tidak diangkat sebagai salah satu cabang Tuhan juga ? mungkin bisa menjadi tokoh ke-4 memainkan peranan Tuhan.

Yesus ternyata tewas dibanding Malkisedik, Yesus masih dilahirkan oleh Mariam atas kekuasaan Tuhan Bapa, sementara Malkisedik tidak memiliki Bapa dan tidak memiliki ibu sama sekali, silsilahnya pun tidak ada.

Jika memang Malkisedik ini kekal. Dimana beliau sekarang berada dan apa yang tengah ia lakukan? Jadi masih mungkinkah kitab ini dipercaya, atau yang mempercayainya masih serupa mereka yang mempercayai keris, tanpa ilmu pengetahuan, hanya kebutaan ?

Mengenai Bible (3)

Kitab Suci / Holy Bible dalam agama kristen itu terbagi dalam dua bagian, yaitu : Old Testament (Perjanjian Lama) dan New Testament(Perjanjian Baru). Literatur kristen dalam bahasa Indonesia memanggil salinan kitab suci itu dengan “Alkitab”.

Biblia, yang merupakan Kitab Suci dalam agama Yahudi, dipanggil oleh pihak kristen dengan Perjanjian Lama dan merupakan bagian dari kitab suci agama kristen. Biblia itu terbagi atas tiga bagian : Torah dan Nebiim dan Kethubiim.

Kitab suci agama Yahudi itu disebut juga „Perjanjian“. Inti isinya termaktub dalam Sepuluh Perintah (Ten Commadments) seperti termuat dalam Keluaran (20: 1-12) dan dalam Ulangan (5:1-21), yang merupakan perjanjian Yahuwa dengan bani Israil.

Sepuluh Perintah itu termuat dalam dua buah Luh, yang dibawa turun oleh Nabi Musa dari puncak sebuah bukit batu di semenanjung Sinai, yang pada puncak yang terpandang suci itu Nabi Musa menerimakan perjanjian dari Allah Maha Kuasa (Yahuwa)

Di dalam hubungan perjanjian Yahuwa dengan bani Israil itu, Kitab Suci Al-Qur’an dari agama Islam menyebut „Perjanjian“ tersebut dalam berbagai Surah dengan al-Mitsaq , (Baqarah, 27; Ra’ad, 27; Nisak, 153; Maidah, 15; Baqarah, 63, 84,93; dan berbagai Surah lainnya), yang bermakna: Perjanjian.

Karena pihak kristen berpendirian bahwa ketetapan yang diberikan Allah Maha Kuasa kepada Jesus (Isa Al-Masih) itu pun merupakan perjanjian, maka lahir dua istilah dalam dunia kristen, yaitu : Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.

Perjanjian Baru / New Testament

Perjanjian Baru merupakan kitab suci yang paling azasi dalam agama kristen sekalipun dunia kristen itu mengakui kitab suci agama Yahudi merupakan bagian dari kitab sucinya juga.

Perjanjian Baru itu terbagi atas empat bagian :

1. Gospels (himpunan Injil) terdiri atas empat Injil :

a. Injil Matius, karya Matius.

b. Injil Markus, karya Markus.

c. Injil Lukas, karya Lukas.

d. Injil Yahya, karya Yahya.

2. Acts of Apostles (Kisah Rasul-Rasul) terdiri atas sebuah kitab saja, yang merupakan karya Lukas.

3. Epistles (himpunan Surat) terdiri dari 14 buah Surat Paulus (Rum, Korintus Pertama, Korintus Kedua, Galatia, Epesus, Pilipi, Kolose, Tesalonika Pertama. Tesalonika Kedua, Timotius Pertama, Timosius Kedua, Titus, Pilemon, Ibrani, 1 buah Surat Yakub (James), 2 buah Surat Peterus, 3 buah Surat Yahya, 1 buah Surat Yahuda.

4. Apocalypse (Wahyu) terdiri’ atas sebuah kitab saja, yang merupakan karya Yahya.

Perbandingan luas isi dari keempat-empat bagian itu, dengan meminjam Kitab Perjanjian Baru cetakan 1955 yang diterbitkan Gedung Alkitab di Jakarta, tercatat sebagai berikut :

Injil Matius ———— : 93 halaman

Injil Markus ———– : 60 halaman

Injil Lukas ————- : 97 halaman

Injil Yahya ————- : 74 halaman

Kisah Rasul-Rasul – : 90 halaman

Surat Paulus ——— : 216 halaman

Surat-surat lain —— : 43 halaman

Kitab Wahyu ——— : 45 halaman

jumlah ====== : 718 halaman

Melihat perbandingan luas isi di atas dapat disimpulkan suatu fakta bahwa himpunan Surat-Surat Paulus itu merupakan bagian yang sangat dominan di dalam Perjanjian Baru itu.

Synoptic Gospels

Keempat Injil di atas itu adalah tulisan empat tokoh mengenai peristiwa-peristiwa dalam kehidupan Jesus, semenjak lahir sampai menjalankan missinya dalam wilayah Galelia (Palestina Utara) dan terakhir dalam wilayah Judea (Palestina Selatan).

Tiga Injil yang pertama (Matius, Markus, Lukas) itu disebut dengan Synoptic Gospels, yakni Injil-Injil yang hampir bersamaan isinya.

Sekalipun dijumpai perbedaan-perbedaan kecil di sana sini mengenai urutan Silsilah, urutan Kejadian, ragam Peristiwa, akan tetapi dalam rangka keseluruhannya hampir bersamaan.

Kalangan Sarjana-sarjana-Bible (Biblical Scholars), yang melakukan penelitian secara intensif terhadap satu persatu Injil itu, menyimpulkan bahwa masing-masing penulis Injil sama-sama memungut dari suatu Sumber Asal, akan tetapi Sumber-Asal (Q) itu sudah tidak dijumpai kini dan tidak dikenal sama sekali.

Sebaliknya Injil Yahya mempunyai cara sendiri di dalam mengisahkan kehidupan beserta missi dari Jesus itu. Baikpun urutan Kejadian maupun ragam peristiwa agak jauh berbeda dengan 3 Injil yang disebut Synoptic Gospels itu.

Perbedaan lainnya bahwa 3 lnjil yang pertama itu bercerita dalam bentuk yang sederhana dan mudah dipahami, akan tetapi Injil Yahya telah dipenuhi oleh ungkapan-ungkapan filosofis.

Perbedaan lainnya yang sangat tajam sekali ialah mengenai lama missi yang dijalankan Jesus dalam wilayah Galelia dan wilayah Judea itu. 3 Injil pertama bercerita bahwa Jesus Kristus itu menjalankan missinya dalam masa satu kali Perayaan Paskah, lalu tertangkap pada masa perayaan Paskah itu di Jerusalem. Jadi, Jesus menjalankan missinya dalam tempo lebih kurang satu tahun saja.

Tetapi Injil Yahya bercerita bahwa Jesus Kristus itu menjalankan missinya dalam masa tiga kali Perayaan Paskah, dan terakhir ditangkap dalam Perayaan Paskah di Jerusalem. Jadi menurut Yahya, Jesus Kristus menjalankan missinya dalam tempo 3 tahun, bukan satu tahun seperti keterangan ketiga Injil yang tergolong Synoptic Gospels itu.

Keempat Injil itu disusun penulisnya di dalam bahasa Greek kuno (Yunani). Sedangkan Jesus Kristus lahir dan hidup dalam lingkungan masyarakat Yahudi di Palestina, yang dewasa itu berada di bawah kekuasaan imperium Roma, dan menjalankan missinya dalam lingkungan masyarakat Yahudi itu, yang dewasa itu cuma mengenal dan mempergunakan bahasa Arainik yaitu suatu dialek dari bahasa Ibrani (Yahudi).

Nazarenes dan Christians

Pengikut Jesus yang pertama sekali terdiri atas kelompok-kelompok Yahudi dalam wilayah Galelia maupun Judea, yang oleh kalangan Sarjana-sarjana Bible (Biblical Sholan) disebut dengan Early Christians, yakni Orang kristen yang pertama sekali.

Pada masa hidup Jesus sendiri maupun masa berikutnya belum dikenal sebutan orang kristen (Christianis). Mereka itu cuma disebut oleh kalangan lainnya, terutama oleh pihak-pihak yang menantang Jesus, dengan sebutan Nazarenes. Yakni para pengikut Nazareth. Hal itu disebabkan Jesus sekalipun dilahirkan di Bethlehem, akan tetapi keluarganya menetap di kota-kecil Nazareth dalam wilayah Galelia.

Oleh sebab itulah para mukmin pertama itu disebut pihak lawannya dengan pengikut orang Nazareth atau Nazarenes. Dari sebutan Nazarenes itulah lahir sebutan Nashara dalam bahasa Arab dan sebutan Nasrani dalam bahasa Indonesia.

Sedangkan sebutan Christians (Kristen) baru muncul pada masa belakangan, jauh sepeninggal Jesus. Sebutan itu bermula lahir di kota besar Antiokia di Syria Utara, sewaktu Barnabas dan Paulus menjalankan missinya di kota besar itu, yang mempunyai kedudukan sebagai ibukota imperium Roma untuk wilayah belahan Timur.

Disebabkan Barnabas dan Paulus di dalam missinya tidak henti-hentinya menyatakan dan menegaskan bahwa Jesus itu adalah Christos (AI-masih) maka orang sekitarnya memanggilkan mereka itu dengan para pengikut Kristus (Christians). Dari situlah lahir sebutan Orang kristen di dalam bahasa Indonesia.

Jesus wafat, menurut A. Powell Davies di dalam The First Christian cetakan 1957 halaman 13, sekitar tahun 29 Masehi. Pendapat itu dikukuhkan oleh Hugh J. Schonfield dalam The Authentic New Testament cetakan 1958 halaman XIV.

Sedangkan peristiwa pada kota-besar Antiokia itu terjadi, menurut Hugh J. Schonfield, sekitar tahun 46-48 masehi. Jadi Iebih kurang dua puluh tahun sepeninggal Jesus barulah muncuI sebutan Christians (orang Kristen).

Early Christians (Kristen Pertama) dan Gentile Christians (Orang Kristen Asing / Berikutnya)

Pada akhirnya pecah sengketa sengit antara Barnabas dengan Paulus pada kota-kota besar Antiokia itu (Kisah Rasul-Rasul, 15 :39), dan juga Peteros dengan Paulus pada kota-besar Antiokia itu ia, 2: 11-21 ). Inti pokok yang menyebabkan sengketa itu tidak pernah dijelaskan di dalam Kisah Rasul-Rasul, akan tetapi hal itu akan dicoba dijelaskan dalam uraian berikut.

Karena sengketa sengit itu Paulus bersama Silas meninggalkan kota-besar Antiokia untuk selama-lamanya (Kisah Rasul-Rasul, 15:40-41) menuju Asia Kecil dan Makedonia dan semenanjung Achaia (Grik) guna mengembangkan ajarannya dalam lingkungan orang Grik dan mereka itulah yang disebut dengan Gentile Christians (Orang kristen Asing).

Sebutan itu lahir dalam dunia kristen untuk membedakan kelompok Pengikut yang Baru itu dengan Kristen Petama, Early Christians, yakni para pengikut Jesus Kristus yang mula-mula dalam lingkungan masyarakat Yahudi di Palestina, yang disebut dengan Nazarenes itu.

Para pengikut yang pertama diyakini telah musnah sebagian besarnya pada masa pemberontakan total bangsa Yahudi di Palestina terhadap penindasan imperium Roma, yang berlangsung sepuluh tahun lamanya, yaitu antara tahun 65 sampai 75 masehi. Legiun X dari pihak Roma melakukan pembunuhan-pembunuhan massal (massacre) pada perkampungan-perkampungan Yahudi di seluruh Palestina, kecuali yang sempat melarikan diri ke lembah Mesopotamia dan Arabia Selatan dan berbagai wilayah lainnya.

Sewaktu Panglima Titus pada tahun 70 masehi berhasil merebut dan menguasai benteng pertahanan terakhir dari pihak Yahudi, yaitu Kota Suci Jerusalem, maka berlangsung pembunuhan massal lagi. Panglima Titus bertindak menghancurkan Bait Allah di atas bukit Zion, yakni Bait Allah yang terkenal megah dan agung itu, yang pada masa dulu bermula dibangun oleh Nabi Sulaiman dan dikenal dengan Kuil Sulaiman (Solomon’s Temple).

Panglima Titus mengumumkan wilayah Jerusalem dan sekitarnya dikuasai kini oleh pihak imperium Roma dan wilayah tersebut diberi nama dengan : Aeliae Capitolae. Semenjak tahun 70 masehi itu setiap orang Yahudi tidak di izinkan memasuki wilayah Aelice Capitolae itu.

Semenjak pemberontakan total yang gagal itulah dikenal dalam sejarah bangsa Yahudi dengan Great Diaspora, yakni masa memencar tanpa tanah air. Pada masa yang sangat tragis itu diyakini kelompok-kelompok pengikut Jesus yang pertama-tama (Early Christians) ikut musnah. Kecuali kelompok kecil yang sempat meliputkan dirinya ke kota Pella di seberang sungai Jordan, yang pada masa belakangan dikenal dengan sekte Ebionites yang mempunyai Injil sendiri yang dikenal dalam sejarah dengan Ebionite Gospel (Injil Ebionites), yang isinya jauh berbeda dengan Injil-Injil yang menjadi pegangan dunia kristen pada masa berikutnya dan kini.

Karena kelompok yang pertama-tama dapat dikatakan telah musnah pada masa pemberontakan itu maka berkembanglah kelompok pengikut yang baru, dibawah ajaran Paulus, yaitu Gentile Christians(orang kristen asing)

AL QURAN

Kutipan Posted on

Sejarah Penulisan, Pengumpulan, dan Penyalinan al-QuranTak henti-hentinya kaum liberal berusaha menghambat kembalinya kaum muslimin menerapkan Syariat Islam. Salah satunya adalah dengan membuat kaum muslimin ragu-ragu akan keotentikan Mushhaf al-Qur`an sebagai wahyu Allah. Jika kaum muslimin telah ragu terhadap orisinalitas al-Qur`an sebagai wahyu Allah, maka syariat Islam semakin bisa dihambat penerapannya.
Manusia-manusia jahat itu banyak memanfaatkan ketidaktahuan masyarakat tentang sejarah penulisan, pengumpulan dan penyalinan al-Qur`an. Oleh karena itu, sangat penting penyampaian Sejarah Penulisan, Pengumpulan, dan Penyalinan al-Qur`an.

PENULISAN AL-QUR`AN
Ketika diturunkan satu atau beberapa ayat, Rasul saw langsung menyuruh para sahabat untuk menghafalkannya dan menuliskannya di hadapan beliau. Rasulullah mendiktekannya kepada para penulis wahyu. Para penulis wahyu menuliskannya ke dalam lembaran-lembaran yang terbuat dari kulit, daun, kaghid, tulang yang pipih, pelepah kurma, dan batu-batu tipis.

Mengenai lembaran-lembaran ini Allah SWT berfirman:

Rasuulun minallaaHi yatluu shuhufan muthaHHarah

Artinya:

(yaitu) seorang utusan Allah (yakni Muhammad) yang membacakan lembaran-lembaran yang disucikan (al-Qur`an) (QS. Al-Bayyinah [98]: 2 )

Rasulullah saw mengizinkan kaum muslimin untuk menuliskan al-Qur`an berdasarkan apa yang beliau diktekan kepada para penulis wahyu. Rasulullah saw bersabda:

Laa taktubuu ‘annii, wa man kataba ‘annii ghairal qur`aani falyamhuHu

Artinya:

Janganlah kalian menulis dari aku. Barangsiapa yang telah menulis dari aku selain al-Qur`an hendaknya ia menghapusnya. (HR. Muslim)

Rasulullah saw tidak khawatir dengan hilangnya ayat-ayat al-Qur`an karena Allah telah menjamin untuk memeliharanya berdasarkan nash yang jelas:

Innaa nahnu nazzalnadz dzikra wa innaa laHu lahaafizhuun

Artinya:

Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan al-Qur`an dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. ( QS. Al-Hijr [15]:9 )

Rasulullah saw gembira dan ridha dengan al-Qur`an sebagai mukjizat terbesarnya yang dapat digunakan sebagai hujjah terhadap orang-orang Arab maupun orang-orang di seluruh dunia

Ketika Nabi saw wafat, al-Quran secara keseluruhan sudah tertulis pada lembaran-lembaran, tulang-tulang, pelepah kurma, dan batu-batu tipis, dan di dalam hafalan para sahabat ra.

* * *

PENGUMPULAN AL-QUR`AN

Di masa pemerintahan Khalifatur Rasul

Abu Bakar ash-Shiddiq ra, terjadi perang Yamamah yang mengakibatkan banyak sekali para qurra’/ para huffazh (penghafal al-Qur`an) terbunuh. Akibat peristiwa tersebut, Umar bin Khaththab merasa khawatir akan hilangnya sebagian besar ayat-ayat al-Qur`an akibat wafatnya para huffazh. Maka beliau berpikir tentang pengumpulan al-Qur`an yang masih ada di lembaran-lembaran.

Zaid bin Tsabit ra berkata:

Abu Bakar telah mengirim berita kepadaku tentang korban Perang Ahlul Yamamah. Saat itu Umar bin Khaththab berapa di sisinya.

Abu Bakar ra berkata, bahwa Umar telah datang kepadanya lalu ia berkata: “Sesungguhnya peperangan sengit terjadi di hari Yamamah dan menimpa para qurra’ (para huffazh). Dan aku merasa khawatir dengan sengitnya peperangan terhadap para qurra (sehingga mereka banyak yang terbunuh) di negeri itu. Dengan demikian akan hilanglah sebagian besar al-Qur`an.”

Abu Bakar berkata kepada Umar: “Bagaimana mungkin aku melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan oleh Rasul saw?”

Umar menjawab: “Demi Allah ini adalah sesuatu yang baik.”

Umar selalu mengulang-ulang kepada Abu Bakar hingga Allah memberikan kelapangan pada dada Abu Bakar tentang perkara itu. Lalu Abu Bakar berpendapat seperti apa yang dipandang oleh Umar.

Zaid bin Tsabit melanjutkan kisahnya. Abu Bakar telah mengatakan kepadaku, “Engkau laki-laki yang masih muda dan cerdas. Kami sekali-kali tidak pernah memberikan tuduhan atas dirimu, dan engkau telah menulis wahyu untuk Rasulullah saw sehingga engkau selalu mengikuti al-Qur`an, maka kumpulkanlah ia.”

Demi Allah seandainya kalian membebaniku untuk memindahkan gunung dari tempatnya, maka sungguh hal itu tidaklah lebih berat dari apa yang diperintahkan kepadaku mengenai pengumpulan al-Qur`an.

Aku bertanya: “Bagaimana kalian melakukan perbuatan yang tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah saw?”

Umar menjawab bahwa ini adalah sesuatu yang baik. Umar selalu mengulang-ulang perkataaannya sampai Allah memberikan kelapangan pada dadaku seperti yang telah diberikanNya kepada Umar dan Abu Bakar ra.

Maka aku mulai menyusun al-Qur`an dan mengumpulkannya dari pelepah kurma, tulang-tulang, dari batu-batu tipis, serta dari hafalan para sahabat, hingga aku dapatkan akhir surat at-Taubah pada diri Khuzaimah al-Anshari yang tidak aku temukan dari yang lainnya, yaitu ayat:

Laqad jaaa`akum rasuulun min anfusikum ‘aziizun ‘alaiHi maa ‘anittum hariishun ‘alaikum bil mu`miniina ra`uufur rahiim

Artinya:

Sesungguhnya telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olenya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. (QS. At-Taubah [9]: 128 )

Pengumpulan al-Qur`an yang dilakukan Zaid bin Tsabit ini tidak berdasarkan hafalan para huffazh saja, melainkan dikumpulkan terlebih dahulu apa yang tertulis di hadapan Rasulullah saw. Lembaran-lembaran al-Qur`an tersebut tidak diterima, kecuali setelah disaksikan dan dipaparkan di depan dua orang saksi yang menyaksikan bahwa lembaran ini merupakan lembaran yang ditulis di hadapan Rasulullah saw. Tidak selembar pun diambil kecuali memenuhi dua syarat: 1) Harus diperoleh secara tertulis dari salah seorang sahabat. 2) Harus dihafal oleh salah seorang dari kalangan sahabat.

Saking telitinya, hingga pengambilan akhir Surat at-Taubah sempat terhenti karena tidak bisa dihadirkannya dua orang saksi yang menyaksikan bahwa akhir Surat at-Taubah tsb ditulis di hadapan Rasululllah saw, kecuali kesaksian Khuzaimah saja. Para sahabat tidak berani menghimpun akhir ayat tersebut, sampai terbukti bahwa Rasulullah telah berpegang pada kesaksian Khuzaimah, bahwa kesaksian Khuzaimah sebanding dengan kesaksian dua orang muslim yang adil. Barulah mereka menghimpun lembaran yang disaksikan oleh Khuzaimah tersebut.

Demikianlah, walaupun para sahabat telah hafal seluruh ayat al-Qur`an, namun mereka tidak hanya mendasarkan pada hafalan mereka saja.

Akhirnya, rampung sudah tugas pengumpulan al-Qur`an yang sangat berat namun sangat mulia ini. Perlu diketahui, bahwa pengumpulan ini bukan pengumpulan al-Qur`an untuk ditulis dalam satu mushhaf, tetapi sekedar mengumpulkan lembaran-lembaran yang telah ditulis di hadapan Rasulullah saw ke dalam satu tempat.

Lembaran-lembaran al-Qur`an ini tetap terjaga bersama Abu Bakar selama hidupnya. Kemudian berada pada Umar bin al-Khaththab selama hidupnya. Kemudian bersama Ummul Mu`minin Hafshah binti Umar ra sesuai wasiat Umar.

* * *

PENYALINAN AL-QUR`AN

Kemudian datanglah masa pemerintahan Amirul Mu`minin Utsman bin Affan ra . Di wilayah-wilayah yang baru dibebaskan, sahabat nabi yang bernama Hudzaifah bin al-Yaman terkejut melihat terjadi perbedaan dalam membaca al-Qur`an. Hudzaifah melihat penduduk Syam membaca al-Qur`an dengan bacaan Ubay bin Ka’ab . Mereka membacanya dengan sesuatu yang tidak pernah didengar oleh penduduk Irak. Begitu juga ia melihat penduduk Irak membaca al-Qur`an dengan bacaan Abdullah bin Mas’ud , sebuah bacaan yang tidak pernah didengar oleh penduduk Syam. Implikasi dari fenomena ini adalah adanya peristiwa saling mengkafirkan di antara sesama muslim. Perbedaan bacaan tersebut juga terjadi antara penduduk Kufah dan Bashrah.

Hudzaifah pun marah. Kedua matanya merah.

Hudzaifah berkata, “Penduduk Kufah membaca qiraat Ibnu Mas’ud, sedangkan penduduk Bashrah membaca qiraat Abu Musa. Demi Allah jika aku bertemu dengan Amirul Mu`minin, sungguh aku akan memintanya untuk menjadikan bacaan tersebut menjadi satu.”

Sekitar tahun 25 H, datanglah Huzaifah bin al-Yaman menghadap Amirul Mu`minin Utsman bin Affan di Madinah.

Hudzaifah berkata, “Wahai Amirul Mu`minin, sadarkanlah umat ini sebelum mereka berselisih tentang al-Kitab (al-Qur`an) sebagaimana perselisihan Yahudi dan Nasrani.”

Utsman kemudian mengutus seseorang kepada Hafshah agar Hafshah mengirimkan lembaran-lembaran al-Qur`an yang ada padanya kepada Utsman untuk disalin ke dalam beberapa mushhaf, dan setelah itu akan dikembalikan lagi.

Hafshah pun mengirimkan lembaran-lembaran al-Qur`an itu kepada Utsman.

Utsman lalu memerintahkan Zaid bin Tsabit, Abdullah bin Zubair, Said bin al-‘Ash, dan Abdurrahman bin Harits bin Hisyam untuk menyalinnya ke dalam beberapa mushhaf.

Utsman bertanya, “Siapa yang orang yang biasa menulis?”

Dijawab, “Penulis Rasulullah saw adalah Zaid bin Tsabit.”

Utsman bertanya lagi, “Lalu siapa oang yang paling pintar bahasa Arabnya?”

Dijawab, “Said bin al-‘Ash.

Utsman kemudian berkata, “Suruhlah Said untuk mendiktekan dan Zaid untuk menuliskan al-Qur`an.”

Saat proses penyalinan mushhaf berjalan, mereka hanya satu kali mengalami kesulitan, yakni adanya perbedaan pendapat tentang penulisan kata “at-Taabuut”.

Seperti diketahui, yang mendiktekannya adalah Said bin al-Ash dan yang menuliskannya adalah Zaid bin Tsabit. Semua dilakukan di hadapan para sahabat. Ketika Said bin al-Ash mendiktekan kata at-Taabuut maka Zaid bin Tsabit menuliskannya sebagaimana ditulis oleh kaum Anshar yaitu at-Taabuuh, karena memang begitulah menurut bahasa mereka dan begitulah mereka menuliskannya. Tetapi anggota tim lain memberitahukan kepada Zaid bahwa sebenarnya kata itu tertulis di dalam lembaran-lembaran al-Qur`an dengan Ta` Maftuhah, dan mereka memperlihatkannya ke Zaid bin Tsabit. Zaid bin Tsabit memandang perlu untuk menyampaikan hal itu kepada Utsman supaya hatinya menjadi tenang dan semakin teguh. Utsman lalu memerintahkan mereka agar kata itu ditulis dengan kata seperti dalam lembaran-lembaran al-Qur`an yaitu dengan Ta` Mahtuhah. Sebab hal itu merupakan bahasa orang-orang Quraisy, lagi pula al-Qur`an diturunkan dengan bahasa mereka. Akhirnya ditulislah kata tersebut dengan Ta` Maftuhah.

Demikianlah, mereka tidak berbeda pendapat selain dari perkara itu, karena mereka hanya menyalin tulisan yang sama dengan yang ada pada lembaran-lembaran al-Qur`an, dan bukan berdasarkan pada ijtihad mereka.

Setelah mereka menyalin lembaran-lembaran tersebut ke dalam mushhaf, Utsman segara mengembalikannya kepada Hafshah.

Utsman kemudian mengirimkan salinan-salinan mushhaf ke seluruh wilayah negeri Islam agar orang-orang tidak berbeda pendapat lagi tentang al-Qur`an. Jumlah salinan yang telah dicopy sebanyak tujuh buah. Tujuh salinan tersebut dikirimkan masing-masing satu copy ke kota Makkah, Syam, Yaman, Bahrain, Bashrah, Kufah dan Madinah. Mushhaf inilah yang kemudian dikenal dengan nama

Mushhaf Utsmani .

Utsman kemudian memerintahkan al-Qur`an yang ditulis oleh sebagian kaum muslimin yang bertentangan dengan Mushhaf Utsmani yang mutawatir tersebut untuk dibakar.

Pada masa berikutnya kaum muslimin menyalin mushhaf-mushhaf yang lain dari mushhaf Utsmani tersebut dengan tulisan dan bacaan yang sama hingga sampai kepada kita sekarang.

Adapun pembubuhan tanda syakal berupa fathah, dhamah, dan kasrah dengan titik yang warna tintanya berbeda dengan warna tinta yang dipakai pada mushhaf yang terjadi di masa Khalifah Muawiyah dilakukan untuk menghindari kesalahan bacaan bagi para pembaca al-Qur`an yang kurang mengerti tata bahasa Arab. Pada masa Daulah Abbasiyah , tanda syakal ini diganti. Tanda dhamah ditandai dengan dengan wawu kecil di atas huruf, fathah ditandai dengan alif kecil di atas huruf, dan kasrah ditandai dengan ya` kecil di bawah huruf.

Begitu pula pembubuhan tanda titik di bawah dan di atas huruf di masa

Khalifah Abdul Malik bin Marwan dilakukan untuk membedakan satu huruf dengan huruf lainnya.

Dengan demikian, al-Qur`an yang sampai kepada kita sekarang adalah sama dengan yang telah dituliskan di hadapan Rasulullah saw. Allah SWT telah menjamin terjaganya al-Qur`an. Tidak ada orang yang berusaha mengganti satu huruf saja dari al-Qur`an kecuali hal itu akan terungkap.

Allah SWT berfirman:

Innaa nahnu nazzalnadz dzikra wa innaa laHu lahaafizhuun

Artinya:

Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan al-Qur`an dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya. ( QS. Al-Hijr [15]: 9 )

Oleh karena itu, tidak perlu kita ragu-ragu terhadap orisinalitas al-Qur`an. Tak perlu kita terprovokasi tipu daya orang-orang liberal yang berupaya membuat kita ragu-ragu terhadap al-Qur`an. Orang-orang liberal itu memang telah berguru kepada para orientalis yang mempelajari al-Qur`an bukan untuk mengimaninya, bukan untuk menerapkan hukum-hukum yang ada di dalamnya. Mereka mempelajari al-Qur`an untuk mencari-cari cara agar bisa melemahkan aqidah umat Islam. Semoga Allah menghancurkan rencana-rencana mereka. Semoga Allah membuat sakit yang ada pada hati mereka semakin parah dan semakin parah. Semoga Allah segera membinasakan mereka karena sakit itu. Amin ya Allah ya Mujiibas saa`iliin.[]

Al Qur ‘an Wahyu Tuhan

Kutipan Posted on

Al quran bukanlah Karangan Nabi Muhammad, Melaikan Murni Firman Allah SWT1. adalah hal yang mustahil bila Al Quran karangan Rasulullah Muhammad, bahkan dalam Al Quran tak sama sekali ditemukan nama Ibu dan Ayah Rasulullah Muhammad. Dan bahkan nama Nabi Isa (Yesus) ditemukan lima kali lebih banyak dari nama Rasulullah Muhammad sendiri, nama Isa disebutkan sebanyak 25 kali, sementara nama Muhammad disebut hanya 5 kali (termasuk 1 kali penyebutan nama Ahmad). Tak mungkin seseorang yang menulis suatu kitab yang menyangkut keyakinan yang dibawanya yang kemudian berkembang pesat tanpa sedikitpun mencantumkan latar belakang diri dia yang menulisnya. Bukti yang sangat sederhana yang menunjukan bahwa Al Quran tidak dikarang oleh Rasulullah Muhammad tapi oleh Allah SWT, Tuhan Semesta Alam.
2. Gaya bahasa Al Quran adalah sangat berbeda dengan gaya bahasa Rasulullah Muhammad. Jika kita merujuk pada buku-buku hadist yang mengkodifikasi sabda-sabda beliau dan membandingkannya dengan Al Quran akan terlihat perbedaan yang jelas di semua sisi. Gaya dialog, mengajar dan orasi banyak dijumpai dalam sabda-sabdanya disamping penggunaan kata-kata dan makna yang populer dikalangan Arab. Berbeda dengan Al Quran yang tidak memiliki kemiripan dengan gaya bahasa Arab kebanyakan.

3.Rasulullah Muhammad adalah seorang yang ummi, tak mampu membaca dan menulis. Pertanyaannya, mungkinkah ia sosoknya yang telah membukukan mukjizat yang memuat hukum paripurna yang tanpa cacat ini, yang komprehensif meliputi sosial, ekonomi, agama, politik dan banyak aspek lainnya?

4.Jika visi Al Quran tentang , kehidupan, pola pikir, interaksi, perang, pernikahan, ritual ibadah, ekonomi dan visi lainnya yang kompleks, komprehensif dan solid adalah benar kreasi Rasulullah Muhammad, berarti dia bukanlah manusia. Tak seorangpun mampu memformat aturan dalam satu masalah dari seabreg masalah dalam Al Quran. Sanggupkah seorang yang ummi, seorang diri dengan mudah memformat aturan-aturan dengan visi komprehensif berkenaan dengan kosmos, kehidupan, pola pilkir dan aspek lainnya?

5. jika benar Rasulullah Muhammad yang mencipta Al Quran mengapa dia harus menisbatkannya pada fihak lain? Telah terbukti bahwa Al Quran adalah kreasi tanpa tanding, dengan menisbatkan Al Quran pada dirinya tentu saja dia telah menobatkan dirinya sebagai manusia luar biasa, yang mengantarnya pada popularitas tertinggi. Apa yang mendasari keengganannya mengakui Al Quran sebagai kreasinya?

6.Dalam Al Quran terdapat berita-berita tentang generasi terdahulu yang berbeda dengan yang diwartakan dalam kitab-kitab yang ada pada masa Rasulullah Muhammad, bahkan secara tegas mengkritisinya. Di dalamnya juga terdapat mukjizat ilmiah tentang matematika, kosmos dan teori-teori ilmiah lainnya.​
Rasionalkah beliau yang tak mengenyam pendidikan apapun mengetahui teori difusi kosmos (alam semesta yang mengembang)?

Mengetahui unsur-unsur materi kosmos adalah satu (The Big Bang Theory)?​

“Dan apakah orang-orang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya”

(Q.S. Al Anbiya: 30)

Mengetahui volume udara di tempat yang tinggi menuju angkasa lebih tipis, hingga menyesakkan dada manusia?

“ …niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki ke langit”

(Q.S. Al An’am: 125)

Mengetahui matahari dan bulan, keduanya berotasi?

“…dan menundukan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan”

(Q.S. Ar Raad: 2)

Mengetahui bahwa reseptor rasa sakit ada pada kulit manusia:

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir pada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”

(Q.S. An Nisaa; 56)

Pada awalnya diyakini bahwa rasa sakit adalah reaksi yang hanya diterima oleh otak manusia, penelitian mutakhir menemukan bahwa ternyata kulit memiliki reseptor (penerima rangsang) yang bereaksi pada rasa sakit, yang tanpa reseptor tersebut manusia tak akan mengalami rasa sakit. Prof.Tagatat Tejasen, ketua Departemen Anatomi pada Universitas Chiang Mai Thailand yang mengabdikan diri pada penelitian reseptor rasa sakit ini selama bertahun-tahun, sangat terkejut membaca ayat Al Quran ini. Ia tak percaya bahwa ternyata Al Quran telah menyatakan fakta ilmiah ini 1.400 tahun yang lalu. Dan pada Konferensi Medical Saudi ke -8 di Riyadh ia memproklamirkan: “Laa ilaha ilallah Muhammadarasullullah” (“Tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah”) [Dari Dr.Zakir Naik; “Al Quran & Modern Science, Compatible or Incompatible?”]

Dan berpuluh-puluh teori ilmiah lainnya semenjak 14 abad lalu, masa yang jauh dari benderangnya sains?

Mungkin patut pula disimak komentar Dr.Maurice Buccaile seorang dokter Prancis dalam bukunya “La Bible, Le Coran Et La Science”1976.

7. “Dari hasil observasi yang dilakukan, hipotesa yang berpandangan bahwa Muhammad adalah pengarang Qur-an, tidak dapat lagi diterima. Bagaimana mungkin seorang yang tak dapat membaca dan menulis mampu menjadi penulis nomor satu, dalam sejarah literatur sastra Arab? Bagaimana mungkin ia dapat menyatakan kebenaran-kebenaran ilmiah yang orang lain pada waktu itu tak dapat memikirkannya dan tak membuat satupun kesalahan dari seluruh yang dinyatakannya?”

8., dalam Al Quran banyak dijumpai kritik terhadap diri Nabi Muhammad, semisal dalam Surah ‘Abasa (Ia bermuka masam) yang merupakan teguran atas kesalahan yang dilakukan. Sungguh tak masuk akal bahwa Rasulullah lah yang yang menulis dan kemudian mengabadikan kesalahannya sendiri.

“Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling, karena telah datang seorang buta kepadanya. Tahukah kamu barangkali ia ingin membersihkan dirinya (dari dosa) atau ia (ingin) mendapatkan pengajaran lalu pengajaran itu memberi manfaat kepadanya? Adapun orang yang merasa dirinya serba cukup, maka kamu melayaninya. Padahal tidak ada celaan atasmu kalau dia tidak membersihkan diri (beriman). Dan adapun orang yang datang kepadamu dengan bersegera (untuk mendapat pengajaran), sedang ia takut (kepada Allah) maka kamu mengabaikannya.

(Q.S. ‘Abasa; 1-10)

9 Dalam kesehariannya Rasulullah Muhammad sering dihadapkan pada masalah-masalah mendesak yang memaksanya harus memberikan komentar. Terkadang rasulullah harus menunggu turunnya wahyu selama berhari-hari dan baru disampaikan kepada kaumnya. Jika Al Quran ini adalah benar ciptaanya tentunya realitas ini tak akan pernah terjad

DAJJAL

Kutipan Posted on

Sebagian memang melihat Dajjal tidak dalam bentuk sosoknya, karena Dajjal bisa saja adalah ideologi, yaitu semacam paham pemikiran yang menyeret manusia membuat kerusakan dan kejahatan di Bumi. Namun beberapa memberitakan tentang sosok yang berikuti ini :Sai Baba, lahir dan tinggal di Desa Nilayam Puthaparti, timur Khurasan, tepatnya India Selatan. Rasulullah saw bersabda kepada kami, Dajjal akan keluar dari bumi ini dibagian timur bernama Khurasan (Jamiu at Tirmidzi). Abû Hurayrah meriwayatkan bahwa Nabi saw. bersabda:”Hari Kiamat tidak akan datang hingga 30 Dajal (pendusta) muncul, mereka semua berdusta tentang Allah dan Rasul-Nya.”

Boleh jadi Sai Baba ini adalah salah satu dari 30 dajal-dajal kecil yang akan membuka jalan bagi munculnya al-Masîh al-Dajjâl (Dajjal nantinya akan berperang dengan imam mahdi dan di bunuh oleh nabi Isa as). Wallahu al’am..

Sai Baba mampu menghidupkan orang mati, menyembuhkan orang lumpuh dan buta, mampu menurunkan hujan dan mengeluarkan tepung dari tangannya. Ia juga mampu berjalan melintasi belahan bumi dalam sekejap, menciptakan patung emas, merubah besi menjadi emas, dan banyak lagi berbagai fitnah yang ditunjukkan oleh Sai Baba kepada ribuan orang – bahkan – jutaan yang datang dari berbagai suku bangsa dan agama. Saat ini dia sudah memiliki puluhan juta pengikut.

“Dajjal adalah seorang laki-laki yang gemuk, berkulit merah dan berambut keriting…” (HR.Bukhari dan Muslim)

“Di awal kemunculannya, Dajjal berkata, Aku adalah nabi, padahal tidak ada nabi setelahku. Kemudian ia memuji dirinya sambil berkata, Aku adalah Rabb kalian, padahal kalian tidak dapat melihat Rabb kalian sehingga kalian mati (HR.Ibnu Majah)

KEMIRIPAN SAI BABA DENGAN KRITERIA DAJJAL 1) Dajjal seorang laki yang berpostur pendek, gempal, berambut kribo, berkaki bengkok (agak pengkor). Sai Baba seorang yang berpostur pendek dan berambut kribo. 2) Dajjal memiliki mata yang buta. Sai Baba pernah mengalami kebutaan di waktu muda kemudian sembuh kembali. 3) Dajjal datang dan bersama ada gunung roti dan sungai air. Sai Baba memiliki kemampuan mengeluarkan vibhuti (tepung suci) dari udara melalui tangannya. 4) Dajjal memiliki kemampuan berpindah dari satu tempat ke tempat lain dengan depat dan kecepatannya seperti hujan badai atau secepat awan yang ditiup angin kencang. Sai Baba memiliki kemampuan berjalan menjelajahi bumi dalam hitungan kejapan mata. 5) Dajjal mengikuti pengikut yang sangat banyak, bahkan di akhir zaman nanti banyak manusia yang berangan-angan untuk berjumpa dengan Dajjal. Sai Baba memiliki pengikut yang jumlahnya puluhan juta manusia dari berbagai macam suku, bangsa, negara dan agama. 6) Dajjal akan muncul dengan mengaku sebagai orang bijak/ baik, sehingga banyak sekali orang yang tertarik untuk mengikutinya. Sai Baba mengaku sebagai orang yang bijak yang membawa misi perdamaian, cinta kasih menghapuskan segala persengketaan dengan bijaksana. 7) Dajjal akan muncul dan sebagai nabi. Sai Baba memposisikan dirinya sebagai nabi kepada pengikut2nya. 8) Dajjal akang menggunakan nama Al-Masih. Sai Baba mengaku akan menjelma sebagai Isa Al-Masih setelah tahun 2020. 9) Dajjal akan mengaku sebagai Tuhan. Sai Baba mengklaim bahwa dirinya adalah Tuhan penguasa alam semesta. 10) Dajjal akan mendakwahkan agama Allah. Dalam banyak majlis darshanya Sai Baba banyak berbicara tentang Islam, Al-Qur’an dan keharusan untuk memahaminya. 11) Dajjal mampu menghidupkan orang mati dan menyembuhkan orang sakit. Sai Baba memiliki kemampuan menghidupkan orang mati juga menyembuhkan penyakit kanker. 12) Dajjal dapat menurunkan hujan. Sai Baba memiliki kemampuan menurunkan hujan dan mendatangkan air untuk irigasi (di NTT sedang di bangun proyek Sai Baba untuk pengairan di daerah yang kering). 13) Dajjal bisa mengeluarkan perbendaharaan (perhiasan dan harta) dari bangunan yang roboh, lalu perbendaharaan itu akan mengikuti ratunya. Sai Baba mampu menciptakan patung emas, kalung emas, injil mini dan berbagai bentuk medalai berlafadz ALLAH dalam sekejap. 14) Dajjal akan membunuh seseorang dan menghidupkannya kembali. Sai Baba bisa menghidupkan orang yang sudah meninggal dunia. 15) Dajjal bisa berpindah raga dan tempat dari satu bentuk ke bentuk lainnya. Sai Baba bisa berpindah dari satu jasad ke jasad lainnya yang merupakan benruk reinkarnasi dirinya. 16) Dajjal bisa membesarkan tubuhnya. Sai Baba memliki kemampuan berjalan di udara dan membuat kemukjizatan pada sebuh pesawat terbang. 17) Dajjal biasa keluar masuk pasar dan makanan. Sai Baba juga manusia biasa yang makan dan minum sebagaimana manusia lainnya, ia juga bisa berjalan ke pasar, rumah sakit, proyek irigasi dan tempat lain yang biasa dikunjungi manusia. 18) Dajjal bisa memerintahkan bumi untuk mengeluarkan tumbuh2an dan air. Sai baba bisa mengeluarkan air dengan hentakan kakinya. 19) Dajjal tidak memliki anak. Sai Baba mandul, ia tidak beranak dan tidak berkeluarga (tidak menikah). 20) Dajjal memimpin orang yahudi. Sai Baba memiliki misi menyebarkan teologi zionis. 21) Dajjal muncul di zaman pertikaian. Sai Baba mengklaim bahwa ia datang dari masa banyak pertikaian dan persengketaan, dan kedatangannya untuk menegakkan kebenaran dan membinasakan kejahatan.

KRISTOLOGI

Kutipan Posted on

Telaah Penyalipan Jesus

Posisi Yesus dalam iman islam

Seorang muslim tidaklah muslim kalo dia tidak percaya terhadap yesus/isa sebagai nabi Allah,

1. kami percaya bahwa ia adalah seorang nabi besar Allah,

2. kami percaya bahwa ia adalah seorang mesias yang di terjemahkan sebagai kristus,

3. kami percaya bahwa ia dilahirkan dilahirkan secara ajaib tanpa campur tangan seorang pria, seperti banyak orang kristen saat ini mempercayainya, dengan Izin Allah SWT

4. kami percaya bahwa ia dapat menghidupkan orang yang mati dengan Izin Allah SWT

5. kami percaya ia dapat menyembuhkan orang kerasukan setan dan kusta dengan perkenan Allah

Lantar orang-orang akan bertanya, kalo muslim dan kristen sama sama mencintai yesus, lantas apa pemisahnya?

Pemisahnya adalah ; orang kristen bersikeras akan ketuhanan yesus dan meraka bilang bahwa ia di salibkan untuk menebus dosa dosa manusia

Sedang orang muslim, menempatakan yesus sebagai Nabi Allah, dan yesus tidak di bunuh dan tidak di salib sebagaimana telah di sebutkan dalam Annisa :157

dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya Kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan `Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa.

Sungguh Al quran sangat jelas dan gamblang memberikan penjelasan bagi kita, bahwa Yesus tidak di bunuh dan tidak di salib

Mari kita buktikan Firman Allah tersebut berdasarkan Alkitab kristen sendiri

Sebenarnya kami orang muslim tidak pernah menganggap bahwa al kitab itu bukan kitab suci, Al kitab berisi beberapa penyataan yang mungkin itu berisi firman Tuhan, perkataan para nabi, kata kata sejarawan, absurbitas, dan pernyataan pernyataan kosong serta pasal pasal dan ayat ayat tersebut banyak mengandung kontradisksi. karna orang kristen mempercayai bahwa Alkitab itu adalah kitab suci, maka mari kita buktikan dari kitab suci mereka sendiri, mari kita analisa apa kata Alkitab, apakah kristus benar benar di salib, atau tidak.

PENGERTIAN DI SALIB

Apakah arti kata di Salib atau menyalib?

1. Menurut kamus : artinya menghukum mati, mengikat seseorang dengan kayu salib

2. Menurut kamus webster : menghukum mati dengan memaku atau mengikat seseorang dengan kayu salib

pendeknya, KALO ORANG DI SALIB, IA HARUS MATI DI KAYU SALIB, KALO DIA TIDAK MATI BERARTI DIA TIDAK DI SALIB

PENGERTIAN KEBANGKITAN

Apakah arti kebangkitan?

menurut kamus oxford : berarti kembali dari kematian, kebangkitan dengan huruf “K” besar, artinya kristus bangkit dari kematian,

menurut kamus webster, kebangkitan berarti perbuatan hidup kembali dari kematian

pendeknya, YESUS BARU BISA BANGKIT SETELAH IA MATI TERLABIH DAHULU

ANALISA KRITIS

POIN 1 AGAR DIA DI BANGKITKAN DIA HARUS MENJADI ROH BUKAN TUBUH YANG HIDUP

Santo paulus berkata 1 Korintus 15: 44 , bahwa tubuh yang di bangkitkan adalah tubuh rohaniah

yesus berkata dalam Lukas 20:36 : bahwa tubuh yang di bangkitkan adalah tubuh rohaniah, sama dengan malaikat

POIN 2 : ORANG YANG DI BANGKTIKAN AKAN DI SPIRITUALISASIKAN, MENJADI TUBUH ROHANIAH/ ROH YANG TIDAK AKAN MATI LAGI

Lukas 20:35-36 Tetapi mereka yang dianggap layak untuk mendapat bagian dalam dunia yang lain itu dan dalam kebangkitan dari antara orang mati, tidak kawin dan tidak dikawinkan.

Sebab mereka tidak dapat mati lagi ; mereka sama seperti malaikat-malaikat dan mereka adalah anak-anak Allah, karena mereka telah dibangkitkan.

Korintus 15:42-44

Demikianlah pula halnya dengan kebangkitan orang mati. Ditaburkan dalam kebinasaan, dibangkitkan dalam ketidak binasaan.

Ditaburkan dalam kehinaan, dibangkitkan dalam kemuliaan. Ditaburkan dalam kelemahan, dibangkitkan dalam kekuatan.

Yang ditaburkan adalah tubuh alamiah, yang dibangkitkan adalah tubuh rohaniah. Jika ada tubuh alamiah, maka ada pula tubuh rohaniah.

POIN 3 : KALO TIDAK ADA KEBANGKITAN, MAKA TIDAK ADA PENYALIPAN DAN TIDAK ADA PULA KEKRISTENAN

Korintis 15:14

Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami dan sia-sialah juga kepercayaan kamu

SEKARANG MARI KITA ANALISA DENGAN CERMAT

Injil Lukas 24:36

Yesus berkata ”… Damai sejahtera bagi kamu !”

Lukas 24:37 Mereka terkejut dan ketakutan, karena MENYANGKA MEREKA MELIHAT HANTU.

Mengapa para murid mengira bahwa yesus adalah hantu? apa yesus terlihat seperti hantu? Tidak!!

Alasannya adalah mereka hanya mendengar dari desas desus bahwa guru mereka yesus di salibkan, mereka mendengar dari desas desus bahwa ia telah mati dan meraka mendengar dari

desas desus bahwa ia mati dan di kuburkan selama tiga hari

itulah alasannya! anda tahu kenapa? karna meraka tidak berada dalam peristiwa penyalipan itu apa buktinya?

Markus 14:50 ” Semua pengikut-Nya lari meninggalkan Yesus .”

Bahwa semua murid meninggalkan yesus dan dan melarikan diri. disaat paling krusial itu, disaat Yesus membutuhkan mereka, mereka 100% menurut Markus kabur. semua meninggalkannya, hanya desas desus yang mereka dengar karna itulah mereka berfikir dan mengira, bahwa yesus adalah hantu tapi yesus menjelaskan di dua ayat sesudahnya

Lukas 24:39-40 Lihatlah tanganku dan kakiku, aku sendirilah ini, rabalah aku dan lihatlah, karna hantu tidak memiliki daging dan tulang . sambil berkata, dia membentangkan tangan dan kakinya “lihatlah tangan dan kakiku, ini aku, ada apa dengan kalian?

inilah aku, mengapa kalian ketakutan? peganglah dan lihatlah, ini tangan dan kakiku, karna roh tidak memiliki daging dan tulang”

Apakah ia ingin membuktikan bahwa ia telah bangkit?

Apa ia itu roh?atau ia ingin membuktikan bahwa ia bukan roh?

Jawabannya adalah, Yesus ingin membuktikan bahwa dia itu bukan roh ,

dia itu tubuh yang hidup,

Berikutnya

Lukas 24:41-42

mereka kegirangan dan masih heran, mereka mengira sudah mati dan kini senang bahwa Yesus masih hidup secara fisik yang lekat dengan daging dan tulang. Yesus mencoba meyakinkan dengan meminta makanan pada muridnya, lalu meraka memberinya sepotong ikan goreng dan madu, Yesus mengambi dan memakannya di depan mereka,

kira kira mengapa Yesus meminta makan? apakah ia ingin membuktikan bahwa ia adalah Roh? apakah ia ingin meyakinkan muridnya bahwa ia telah di bangkitkan?

Tidak!!! semua itu di lakukan untuk membuktikan bahwa ia bukan roh, ia adalah fisik yang nyata, dia masih hidup

sepotong ikan dan madu untuk membuktikan bahwa ia bukan roh, tetapi tulang dan daging, yang melekat pada tubuh yang utuh

KALO TIDAK ADA KEBANGKITAN, MAKA TIDAK ADA PENYALIPAN DAN TIDAK ADA PULA KEKRISTENAN

Yohanes 20:1 juga Markus 16:2

”Pada hari pertama minggu itu” ,Berarti hari sabtu adalah hari terakir bagi bangsa yahudi, jadi hari pertama dalam seminggu adalah hari minggu, dan hari sabat adalah hari sabtu, tapi anehnya orang nasrani malah beribadah pada hari minggu, silahkan lihat diskusinya di Sini

ok kembali ke Laptob

Maria magdalena pergi kegunung, pada hari ke3 setelah Yesus yang katanya di salib dan di anggap mati, mengapa? mengapa ia harus pergi kesana?

Penjelasannya ada pada injil Markus 16 :1

Bahwa maria magdalena pergi untuk memijat yesus, untuk mengurapinya; kata pengurapan berasal dari bahasa ibrani asli “massaha” berarti untuk memijat, mengusap atau mengurap, dan kata ibrani ini dapat kita dapatkan dalam kata masih/mesiah yang berarti yang di urapi yang di terjemakhan dalam bahasa yunani menjadi kristos, yang dari sana anda mendapatkan kata ristus, yang di urapi

Sekarang saya akan bertanya kepada anda, apakah orang yahudi memijat orang mati pada hari ke3? apakah anda pernah mendengar orang yahudi memijat orang mati pada hari ke 3?

JAWABANNYA TIDAK !!!

Jadi mengapa dia pergi kekuburan untuk memijat yesus pada hari ke3? karna dialah orang satu satunya selain Yusuf dari Arimatea dan mikodenus yang memberikan upacara penguburan bagi yesus, dan dan saat jenazah Yesus yang katanya di turunkan dari tiang salib, maria masih melihat tanda tanda kehidupan di tubuh yesus, tetapi secara alami dia tidak akan berteriak “dia masih hiduuup” kalo tidak, mereka akan menghukum lagi

Jadi maria pergi pada hari ketiga setelah hari sabat untuk melihat Yesus yang hidup dan seperti di sebutkan dalam

Yohanes 20:1 dan Markus 16:4 ia melihat bahwa batu kubur itu telah terbuka, bahkan kain kafan sudah terlepas dan tergeletak di tanah

Pertanyannya adalah

Mengapa batu itu di gulingkan? dan

Mengapa kainkafan itu di lepas?

Kalo Yesus itu di bangkitkan, sebagai tubuh roh, apakah perlu batu gerbang itu di gulingkan?

Kalo memang roh, maka tidak perlu menggulingkan batu untuk keluar dari kubur

Mengapa batu itu di gulingkan? kalo memang itu roh, apakah dia perlu melepas kain kafannya? itu tidak perlu

Tapi kalo memang itu tubuh kasar, maka batu itu perlu di gulingkan dan kain kafan itu harus dilapaskan,

ITU MEMBUKTIKAN BAHWA ORANG YANG KELUAR DARI KUBUR ITU ADALAH JASAT YANG KASAR

dan kuburan tersebut adalah milik orang yahudi kaya dan berpengaruh lebarnya 5 kaki dan tingginya 7 kaki dan kedalamannya 17 kaki

Pertanyaannya , mengapa perlu ruangan seluas itu? Bukankah untuk menguburkan seseorang ruangan itu terlalu luas? Kuburan itu bisa di isi 5-6 orang , secara alami mereka sebenarnya ingin menolong jasad yang kasar

Lebih jauh lagi Yohanes :20:15

Yesus melihat maria dari atas bumi, (bukan surga) sedang menangis, yesus menghampirinya dan bertanya

“Ibu, mengapa menangis? Ibu mencari siapa?”

Maria sadar pada saaat itu, maria

menyangka orang itu adalah tukang kebun, maria bertanya””Pak, kalau Bapak yang memindahkan Dia dari sini, tolong katakan kepada saya di mana Bapak menaruh Dia, supaya saya dapat mengambil-Nya.””

Pertanyaannya

Mengapa maria mengira bahwa yesus adalah tukang kebun?

Apakah tubuh yang di bangkitkan seperti tukang kebun? Tidak!!

Jadi mengapa dia mengira yesus sebagai tukang kebun?

JAWABANYA ADALAH KARNA IA MENYAMAR SEBAGAI TUKANG KEBUN

sekarang mengapa tubuh roh menyamar sebagai tukang kebun?

mengapa Yesus menyamar sebagai tukang kebun ?

karna dia takut pada orang yahudi, lantas mengapa roh harus takut?

Padahal menurut Ibrani 9:7, manusia mati hanya sekali

Lukas 20:36 orang tidak bisa mati dua kali, jadi ia tidak perlu takut pada siapa pun

mengapa ia menyamar? kenapa ia menyamar?mengapa ia harus bersembunyi? mengapa ia harus lari dari orang yahudi?

mengapa ? mengapa? mengapa?

ITU MEMBUKTIKAN BAHWA TUBUH ITU BUKAN SPIRITUAL TETAPI MASIH HIDUP

dan ia berkata pada maria “Jangan pegang aku” (Yohane :20:15-17)

mengapa ? mengapa jangan pegang aku?

Apakah ia takut meledakkan seluruh kota apabila ia menyentuhnya? apakah ia itu serangkaian dinamit, apabila ada orang yang menyentuhnya akan meledak?

mengapa ia bilang jangan pegang aku?

KARNA DIA TUBUH NYATA, YANG BISA MERASAKAN SAKIT

lebih lanjut pada Yohanes 20:17 ”

“karena Aku belum naik kepada Bapa ”

artinya apa? artinya dia belum mati

Yesus jelas jelas berkata bahwa ia tidak di bangkitkan, untuk membuktikan bahwa ia masih hidup

Lalu pada injil Markus 16:11

Bahwa para murid, ia mendengarnya, bahwa yesus masih hidup, tapi mereka tidak percaya.

anda tahu orang yahudi? kebiasaan mereka adalah melontarkan pertanyaan yang menyulitkan pembawa pesan, sebagaimana di sebutkan dlam alquran dan alkitab Matius 12:38 “Guru, kami ingin melihat suatu tanda dari pada-Mu.”,

Segala ucapan yesus belum dapat meyakinkan mereka, “beri kami tanda, beri kami mukjizat”

Matius 12:39-40

“tidak ada tanda bagimu selain tanda Yunus”

Yesus menaruh semua tandanya dalam

“satu keranjang” yaitu tanda Yunus

kita mengetahui bahwa yunus pernah di telan oleh ikan paus, ikan tersebut mengelilingi lautan selama 3 hari tiga malam, kemudian ikan itu memuntahkan Yunus di pantai. Apa tanda dari Yunus yang di maksud oleh yesus?

yunus, 3 hari tiga malam dalam perut ikan paus,

sekarang saya tanya,

Apakah Yunus saat di lempar dari kapal apakah ia mati apa hidup? HIDUP!!!

Ikan itu datang dan menelannya, apakah ia itu mati atau hidup? HUDUP!!!

Ia berdoa kepada Allah yang maha kuasa dalam ikan paus, apakah ia hidup atau mati? apakah orang mati bisa berdoa?

HIDUP, !!!

Ikan paus membawa Yunus tiga hari tiga malam mengelilingi lautan, mati apa hidup? Hidup!!

Ketika paus itu memuntahkannya dari pantai, pakah dia mati atau hidup?

HIDUP, !!!

HIDUP !!! HIDUP !!! HIDUP !!!

saat orang di lempar dari lau yang menggelora, dia akan mati,kalo mati berarti tidak ada mukjizat, kalo dia hidup baru ada mukjizat

ikan itu menelan yesus tiga hari tiga malam, ia tidak mati, itu mukjizat

“Begitu juga Anak Manusia akan tinggal tiga hari tiga malam di dalam perut bumi.”

kamudian bagaimana keadaan yesus saat di dalam kubur? mati apa hidup?

kalo Yesus mati berarti dia tidak seperti Yunus, yang artinya yesus tidak memenuhi nubuat itu

“tidak ada tanda kecuali tanda Yunus”

dan supaya nubuatnya terpebuhi, Yesus harus hidup, sebagaimana tulisan diatas yang menerangkan bahwa yesus itu hidup

kalo yesus tidak mati, berarti dia tidak di salib’, kalo dia tidak di salib, berarti tidak ada kebangkitan, bererti tidak ada kristus

Jadi Yesus tidak disalib dan Yesus tidak di bangkitkan karna yesus hidup pada waktu itu

kalo ia hidup, berarti tidak ada penyalipan dan tidak ada kebangkitan

Ia di gantung di kayu salib dan diturunkan dengan cepat selama 3 jam , kalo orang yang di salib seharusnya sudah mati,

Sekarang akan saya ulang bukti bukti bahwa Yesus tidak benar benar di salib

1. Batu terguling dan kain kafan terlepas,

itu membuktikan bahwa yesus masuh hidup

2. Yesus menyamar sebagai tukang kebun, knp? krn dia menyamar dari orang yahudi

3. Kubur itu luas, untuk apa kubur yang luas bagi orang mati? ini membuktikan bahwa yesus masih hidup

4. Mengapa yesus berkata”jangan sentuh aku” kepada maria, itu tandanya dia masih hidup , kalo ia hidup ia pasti kesakitan, jadi jelas ia masih hidup

5. Tubuhku belum naik ke bapak ku, i tu artinya dia belum mati

6. Dia menunjukkan kaki dan tangannya

untuk menunjukan bahwa ia bukan roh

7. Murid senang bertemu dengan yesus, krna murit trsebut mengira yesus sudah mati

8. Ia makan sepotong ikan goreng dan madu. Apakah ia Roh? Bukan ia adalah manusia hidup

9. Para murid mendengar dari maria mahdalena bahwa ia masih hidup

10. Peperti yunus, 3 hari 3 malam dalam perut paus begitu pula anak manusia dalam perut bumi, HIDUP HIDUP HIDUP

Jadi yesus berada di kayu salib menurut alkitab, tapi ia tidak mati

KALO TIDAK ADA KEBANGKITAN, MAKA TIDAK ADA PENYALIPAN DAN TIDAK ADA PULA KEKRISTENAN​​

DAJJAL

Kutipan Posted on

MELACAK KEBERADAAN DAJJAL LEWAT MISTERI MAHLUK AL JASASSAH
“Sesungguhnya kiamat tidak akan berlaku sehingga berlakunya 10 perkara iaitu – keluar asap dari bumi; munculnya Dajal; keluar Dabbah (binatang yang melata); matahari terbit dari Barat; turunnya Nabi Isa AS; keluar Ya’juj dan Ma’juj; gerhana di Timur; gerhana di Barat, gerhana di Semenanjung Arab dan api yang menyala di Yaman menghalau manusia ke mahsyar (tempat berkumpul)’.”

Ini adalah kisah Nyata !!! Adalah Tamim ad Dari,, waktu itu berkelana dengan kapalnya bersama dengan 30 teman-temannya dari kabilah Lakham dan Judzam,…tapi kemudian kapal mereka terombang-ambing badai selama satu bulan hingga terdamparlah mereka ke pulau asing ditengah lautan tempat terbenamnya matahari (mungkin maksud mereka pulau itu ada di sebelah Barat).

Lalu mereka duduk (istirahat) di suatu tempat yang terletak sangat dekat dengan kapal.Setelah itu mereka masuk kedalam pulau tersebut lalu mereka bertemu dengan seekor binatang yang berbulu lebat sehingga mereka tidak dapat memperkirakan mana ekornya dan mana kepalanya karena tertutup oleh bulunya yang terlalu banyak.

Mereka berkata,”Celaka, dari jenis apakah kamu ini.” Ia menjawab,”Saya adalah al jassasah. Mereka bertanya,”Apakah al jassasah itu? (tanpa menjawab) ia berkata,”Wahai orang-orang pergilah kalian kepada seorang laki-laki yang berada di biara itu. Sesungguhnya ia sangat ingin mendengarkan berita-berita dari kalian!”

Tamim ad Dari berkata,”Katika ia telah menjelaskan kepada kami tentang laki-laki itu, kami pun terkejut karena kami mengira bahwa ia adalah setan. Lalu kami segera berangkat sehingga kami memasuki biara tersebut, di sana terdapat seorang manusia yang paling besar (yang pernah kami lihat) dalam keadaan terikat sangat kuat. Kedua tangannya terikat ke pundaknya serta antara dua lutut dan kedua mata kakinya terbelenggu dengan besi.

Kami berkata,”Celaka, siapakah kamu ini?’ ia menjawab,”Takdir telah menentukan bahwa kalian akan menyampaikan kabar-kabar kepadaku, maka kabarkanlah kepadaku siapakah kalian ini?’ Mereka menjawab,”Kami adalah orang-orang Arab yang berlayar dengan sebuah kapal, tiba-tiba kami menghadapi sebuah laut yang berguncang lalu kami terombang-ambin

g di tengah laut selama satu bulan dan teradamparlah kami di pulau ini. Lalu kami duduk di tempat yang terdekat dengan kapal kemudian kami masuk pulau ini maka kami bertemu dengan seekor binatang yang sangat banyak bulunya yang tidak dapat diperkirakan mana ekor dan mana kepalanya karena banyak bulunya. Maka kami berkata,’Celaka, apakah kamu ini?’ ia menjawab,”Aku adalah al jassasah.’ (Tanpa menjawab) ia berkata,”Pergilah kalian kepada seorang laki-laki yang berada di biara itu. Sesungguhnya ia sangat ingin mendengarkan berita-berita yang kalian bawa! Lalu kami segera menuju tempat kamu ini dan kami terkejut bercampur takut karena mengira bahwa kamu ini adalah setan.”

Ia (laki-laki besar yang terikat itu) berkata,”Beritakanlah kepada saya tentang pohon-pohon korma yang ada didaerah Baisan?” Kami berkata,”Apa yang ingin kamu ketahui tentangnya?” Ia berkata,”Saya menanyakan pakah pohon-pohon korma itu berbuah?’ Kami menjawab,’Ya.’ Ia berkata,’Adapun pohon-pohon korma itu maka ia (sebentar lagi) hampir saja tidak akan berbuah lagi.’

Kemudian ia berkata lagi,”Beritakanlah kepadaku tentang danau Tiberia.’ Mereka berkata,”Apa yang ingin kamu ketahui tentangnya? Ia bertanya,”Apakah ia tetap berair?’ kami menjawab,’Ya.’ Ia berkata,’adapun airnya, maka ia (sebentar lagi) hampir saja akan habis.’

Kemudian ia berkata lagi,’Beritakanlah kepada saya tentang mata air Zugar.’ Mereka menjawab,’Apa yang ingin kamu ketahui tentangnya?’ Ia bertanya,”Apakah di sana masih ada air dan penduduk di sana masih bertani dengan menggunakan air dari mata air Zugar itu?’ Kami menjawab,’benar, ia berair banyak dan penduduknya bertani dari mata air itu.’

Lalu ia berkata lagi,’Beritakanlah kepadaku tentang nabi yang ummi, apa sajakah yang sudah ia perbuat?’ Mereka menjawab,’Dia telah keluar dari Mekah menuju Madinah.’ Lalu ia bertanya,’Apakah ia diperangi oleh orang-orang Arab?’ kami menjawab,’Ya.’ Ia bertanya,’Apakah yang ia lakukan terhadap mereka?’ Maka kami memberitahukan kepadanya bahwa ia (Nabi) itu telah menundukkan orang-orang Arab yang bersama dengannya dan mereka menaatinya.’ Lalu ia berkata,’Apakah itu semua telah terjadi?’ kami menjawab,’Ya.’ Ia berkata,’Sesung

guhnya adalah lebih baik bagi mereka untuk menaatinya dan sungguh aku akan mengatakan kepada kalian tentang diriku. Aku adalah al masihuddajal dan sesungguhnya aku hampir saja diizinkan untuk keluar. Maka aku akan keluar dan berjalan di muka bumi dan tidak ada satu pun kampung (negeri) kecuali aku memasukinya dalam waktu 40 malam selain Mekah dan Thaibah, kedua negeri itu terlarang bagiku. Setiap kali aku ingin memasuki salah satu dari negeri itu maka aku dihadang oleh malaikat yang ditangannya ada pedang berkilau dan sangat tajam untuk menghambatku dari kedua negeri tersebut. Dan disetiap celahnya terdapat malaikat yang menjaganya.

Al Jasassah disebut sebagai mahluk yang selalu mengintai/mengintip. Tujuannya adalah dia akan melaporkan hasil intaiannya kepada Dajjal. Sementara ada juga yang mengatakan bahwa posisi Dajjal berada di dalam air, yang kemudian lewat keahliannya dia mengintai perilaku manusia lewat tempatnya itu.

Ibnu Manzhur mengatakan bahwa al jassasah berada disuatu pulau ditengah laut memata-matai sambil mencari berita yang akan diberikan kepada dajjal.. sebagaimana disebutkan didalam hadits Tamim ad Dari, yang mengatakan,”Saya adalah al jassasah” yaitu binatang yang dilihat disuatu pulau ditengah laut. Dan dinamakan dengan nama itu dikarenakan biantang itu mencari berbagai berita untuk diberikan kepada dajjal. (Lisanul Arab juz VI hal 38)

APAKAH INI KEMUNGKINAN DAJJAL YANG DIMAKSUD ???

Fenomena kemunculan Dajjal dibarengi dengan berbagai kejadian aneh dan perubahan nilai sosial masyarakat dunia, adalah semakin jelas (terang-terangan) melanggar perintah-perintah Tuhan.

Kekacauan berlaku di mana-mana di seluruh dunia; keruntuhan akhlak, peperangan dan pembunuhan berjalan seiring dengan putaran waktu.

Dajjal adalah sosok magis, dia punya kemampuan yang luar biasa, sampai-sampai manusia yang melihatnya mengatakan bahwa dia adalah Tuhan. Dia bahkan bisa menghidupkan orang yang sudah mati !!! dan menyembuhkan segala penyakit !!! ya apa pun penyakitnya, pasti sembuh !!! pasti !!!

Mohd Fauzi berkata, berdasarkan hadis diriwayatkan Anas bin Malik pula, dijelaskan bahawa Dajal berasal daripada keturunan Yahudi Asfahan seperti sabda baginda: “Keluar Dajal daripada Yahudi Asfahan bersamanya 70,000 orang Yahudi.” “Bagaimanapun, ulama berselisih pendapat mengenai asal keturunan Dajal sama ada ia adalah manusia atau jin. Sesetengahnya berpendapat Dajal adalah syaitan daripada keturunan Iblis yang diikat dengan 70 rantai pada satu tempat di Yaman. “Tiada siapa mengetahui siapa mengikatnya sama ada Nabi Sulaiman atau orang lain; apabila Allah hendak menzahirkan Dajal pada akhir zaman, maka setiap tahun sebelum kemunculannya, satu rantai yang mengikatnya akan terputus,”

Dajjal mengaku sebagai Nabi, dan tidak menyebarkan agama apapun yang sudah ada di dunia ini, melainkan dia membuat agama sendiri, dan selain itu (anehnya) diapun mengaku sebagai Tuhan. So mana yang bener ( Nabi atau Tuhan ) ? Hebohnya lagi, dajjal tidak cuma satu, kelak akan muncul 30 dajjal yang semuanya saling mendakwakan dirinya sebagai Nabi, setiap mereka di iringi 70.000 Yahudi, sehingga mereka saling bunuh-membunuh dan terjadilah kerusakan hebat di bumi ini (mungkin sejenis perang antar suku/etnis/

keyakinan sesama pengikut Dajjal) yang kemudian merembet ke masalah-masalah lainnya yang ada di bumi ini.

“Tidak akan berlaku kiamat sehingga lahirnya 30 orang Dajal yang pembohong, semuanya mendakwa dirinya rasul Allah. Mereka melimpahkan harta benda dan pada saat itu berlaku banyak fitnah (kerosakan demi kerosakan) dan berlakunya banyak haraj.” Sahabat bertanya: “Apakah itu haraj?” Baginda menjawab: “Pembunuhan demi pembunuhan,” (riwayat Imam Ahmad).